Viral di Medsos Salah Satu Rumah Warga Desa Kiajaran Kulon Indramayu

Indramayu, Sumaterapost.co – Menjelang akhir jabatan Kepala Desa (Kuwu) Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu Jawa Barat menjadi bahan kritikan oleh warga net “Aspirasi Wong Kiajaran Kulon” yang beranggotakan sekitar 650 dan dipandu oleh 5 orang admin dan moderator.

Berbagai kritikan yang dilontarkan oleh beberapa netizen terkait kinerja Kuwu Abu Darda selama 5 tahun memimpin desa. Termasuk persoalan ketidak adilan pembagian BLT Dana Desa dan BLT yang lainnya. Konon penerima BLT serat dengan muatan politik dinasty, dan kroni – kroninya.

Netizen memposting salah satu rumah yang tidak layak huni yakni milik Rosid warga RT 09 RW. 02. Dalam postingan tersebut netizen mengkritik tajam kinerja kepala desa dan pamong nya yang dinilai tidak becus bekerja. Gambar rumah tidak layak huni diunggah oleh salah satu anggota grup “Aspirasi Wong Kiajaran Kulon” yaitu All Sheniaha Kiajaran.

Dalam unggahannya menyebutkan All Sheniaha Kiajaran mengajak Kuwu Abu Darda untuk loby dan diminta untuk meninjau kembali mana masyaraka yang berhak menerima bantuan sosial dan yang tidak layak menerima bantuan sosial. Seperti halnya Rosid, konon tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Salah satu netizen Torfatul Aini mengunggah dengan sindiran “seandainya memang tidak mendapatkan bantuan, setidaknya Abu Darda berempati membantu warganya dengan harta pribadi. Dan tidak akan menjadi miskin bahkan semakin bertambah hartanya” cuitan Torfah.

Sementara itu menurut keterangan Kaur Kesra Juhadi ketika dihubungi via WhatsApp Kamis (12/11/2020) mengatakan, Rosid telah mendapatkan BLT selama 6 bulan di masa pandemi Covid-19. ” Saya mengklarifikasi kepada warga netizen Aspirasi Wong Kiajaran Kulon, bahwa Rosid mendapatkan BLT” ujar Juhadi. (Muh. Yadi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here