Viral di Medsos Warga Kiajaran Kulon Positif Terjangkit Covid-19, Tidak Benar

INDRAMAYU. (Sumaterapost.co) – Masyarakat Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu Jawa Barat cemas, lantaran viral di media sosial Facebook bahwa ada salah satu warga yang berstatus PDP. Sehingga aparatur (Lurah) desa Kiajaran Kulon siap tanggap darurat turun kelapangan bersama Babinkantibmas Polsek Lohbener Polres Indramayu untuk mengecek kebenaran berita tersebut.

Berita yang beredar di postingan Facebook “Otw Desa Kiajaran Kulon Edisi pengobatan tradisional geratis terhadap saudara Roni positif penderita corona menurut keterangan medis” bunyi kalimat postingan oleh salah satu pemilik akun Facebook bernama Sarmin diduga warga Desa Pangkalan Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Saat ini pemilik akun Facebook masih berada di Taiwan sebagai Tenaga Kerja Indonesia yang konon masih saudara Roni.

Berita menggelegar ditelinga masyarakat membuat panik, sehingga beberapa warga melaporkan hal itu terhadap Lurah Gozhali. Untuk membenarkan atas postingan itu, Ghozali langsung mengecek kelapangan blok Pelabuhan dimana Roni tinggal. Keluarga Roni pun sempat kaget prihal berita di medsos dia positif corona.

Setelah melakukan pengecekan dan pemeriksaan ternyata Roni (19) tidak mengalami gejala apa – apa. Namun dibenarkan jika Roni baru pulang dari Jakarta pada hari Rabu (1/4/2020) dan tiba di Desa Kiajaran Kulon blok Pelabuhan pukul 15.00 Wib dan status ODP karena baru pulang dari luar wilayah.

Menurut Ghozali Kamis (9/4/2020) kepada sumaterapost.co mengatakan, dengan adanya berita postingan dari Sarmin di akun Facebook. Pihak Pemerintahan Desa Kiajaran Kulon bergegas mencari kebenaran, akan tetap setelah pengecekan dilapangan Roni dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gejala apa – apa “sangat disayangkan dan disesalkan tentang postingan itu yang belum jelas kebenarannya” ungkap Ghozali.

Orang yang diviral kan di media sosial Facebook yaitu Roni setelah diketahui yakni warga Desa Pangkalan Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Berdasarkan keterangan dari sumber masyarakat Pangkalan dia baru pulang dari Bantargebang Kota Bekasi. Roni sebagai pemulung di TPA Bantargebang, seminggu yang lalu dia pulang ke Pangkalan.

Kepulangannya karena dia menderita sakit tulang kejepit sehingga susah makan dan sesak napas. Setibanya di Pangkalan sakitnya bertambah parah dan akhirnya di bawa ke Rumah Sakit PMC Rambatan Wetan. Namun pihak dokter PMC disarankan ke RSUD Indramayu sebagai rujukan penanganan penderita corona. Demikian diungkapkan oleh Sekretarias Desa Pangkalan Kamis (9/4/2020) di Kantor Kuwu Desa Pangkalan.

Sekdes menambahkan, hasil dari pemeriksaan oleh pihak RSUD Indramayu bahwa Roni belum dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Akhirnya dia pun dipulangkang, namun diisolasi selama 14 hari dan statusnya PDP. “menurut informasi yang diterima yang membutakan itu bibinya” pungkasnya. (Muh. Yadi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here