Wakil Walikota Malu, Bansos Tahap Tiga Molor Panjang

Media Indonesia

SumateraPost, Bogor – Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengaku malu penyaluran bantuan sosial (Bansos) tahap ketiga, bagi warga terdampak Covid- 19 molor panjang. Mestinya Bansos tahap 3 disalurkan Juli lalu dan kini belum terlaksana.

“Datanya di-update dan terus diverifikasi/divalidasi untuk mendapat data terbaru,” kata Dedie Jumat (11/9/2020).

Bansos yang disalurkan, disasar pada warga terdampak corona. Namanya belum terdata pada data terpadu keluarga sejahtera (DTKS) di Pemerintah Pusat.

“Bansos dari Pemkot Bogor, bersumber dari keuangan negara. Penerima bansos tidak boleh ganda, sehingga datanya selalu diverifikasi dan validasi agar bersih,” katanya.

Menurut Dedie, penerima bansos harus disesuaikan dengan data penerima bansos dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dedie menyebutkan, kendala lainnya penyaluran bansos, seluruhnya melalui PT Pos Indonesia. Penyaluran Bansos tahap pertama dan kedua, tidak semua warga terdata sebagai penerima, dapat bantuan.

“Ada penerima telah meninggal dunia, sudah pindah alamat, penerima ganda, maupun warga berstatus sosialnya sudah meningkat sehingga tidak layak menerima bantuan,” ungkapnya.

Dikatarakan, penerima bansos berdasarkan kuota yang sepakati antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD, berjumlah 23.000 penerima. Mereka warga Kota Bogor yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Namun kata Dedie belum terdata pada data tetap keluarga sejahtera (DTKS) penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat, atau disebut Non-DTKS.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here