WALHI Gelar Diskusi Publik, Solusi Zero Waste untuk Kota Semarang

0

Semarang — Indonesia adalah salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) pertengahan tahun 2019 dalam rilisnya memperkirakan ada sebanyak 1,2 juta metrik ton sampah plastik di lautan Indonesia.

Keadaan ini membuat Indonesia tercatat sebagai kontributor global kedua untuk polusi plastik di lautan, baik dari sampah yang tidak berhasil dikelola maupun dari sungai. Meskipun Pemerintah Indonesia telah berinisiatif menyelesaikan permasalahan sampah plastik ini melalui regulasi dengan menerbitkan Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah Tangga tetapi belum efektif dalam penanggulangan sampah.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggandeng Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), Jaringan Peduli Iklim dan Alam (Jarilima) bakal menggelar Diskusi Publik bertajuk: “Solusi Zero Waste untuk Kota Semarang”. Kegiatan Diskusi Publik ini akan dilaksanakan di Warung Penang,Jalan Singosari Raya, Pleburan, Kota Semarang, Minggu, 12 Januari 2020, dari Pukul 13.00 – 16.00 WIB

Koordinator acara dari WALHI Abdul Ghofar mengatakan, persoalan sampah juga menjadi masalah besar bagi Kota Semarang. Kota metropolitan terbesar ke-4 di Indonesia, juga mengalami masalah serius dalam pengelolaan sampah. Warganya (1,8 juta jiwa) setiap hari menghasilkan rata-rata 0,6 kilogram sampah per orang, sehingga total rata-rata 1200 ton sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, satu-satunya TPA di Semarang, tidak dapat mengelola semuanya. “Sampah yang tak terkelola dibuang ke sungai, selokan, dan tempat lain yang tidak semestinya jadi tempat sampah. Ada upaya Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang membuat gerakan Bank Sampah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah,” terang Ghofar.

Baca Juga :  Jadi Guru Taman Kanak – Kanak dan Paud

Untuk itu, lanjut Ghofar, dalam ajang diskusi ini akan dihadirkan para pakar dalam bidangnya yang diharapkan bisa menjadi pematik diskusi sekaligus memberikan solusinya, yaitu; Prof. (Em.) Paul Connett (Professor Emeritus of Environmental Chemistry St. Lawrence University in Canton, NY.) akan menyajikan makalahnya berjudul “Konsep Zero Waste dan Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir”, dan Prof. Budi Widiyanarko (Guru Besar Lingkungan Unika Soegijapranata Semarang) dengan makalahnya, “Apa yang Masyarakat Perlu Tahu dan Bantu Soal Pengelolaan Sampah di Kota Semarang?”

Secara terpisah, Ketua Pelaksana kegiatan Krisna Phiyastika berharap diskusi ini akan diikuti oleh instansi Pemerintah Kota Semarang, para pemangku kepentingan dan juga tokoh-tokoh masayarakat, pasalnya, diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah, termasuk sampah plastik, sebagai masalah global kepada masyarakat .Di samping itu juga m emberikan pemahaman tentang model pengelolaan sampah di Indonesia dan Semarang dan problematikanya.

“Dalam kegiatan ini akan didfiskusikan konsep Zero Waste sebagai solusi mengatasi masalah sampah dan kemungkinan penerapannya di kota Semarang. Tentunya juga mendiskusikan peran individu, komunitas, dan pemerintah daerah dalam upaya kolektif mengatasi problematika sampah dari hulu ke hilir,” beber Krisna.

Baca Juga :  Ibu RUKAYAT Senang Dibuatkan Jamban Satgas TMMD Pasuruan

Diskusi ini juga, lanjut Krisna, untuk menyikapi agar masyarakat sipil yang peduli perlu terus berkampanye mengambil peran dalam mempromosikan Strategi Nol Sampah atau Zero Waste. “Pemahaman yang benar tentang zero waste perlu disebarluaskan ke masyarakat agar mereka mendukung kegiatan, program dan inisiatif pengelolaan sampah di kota masing-masing, khususnya pengelolaan sampah dari hulu, termasuk di Semarang,” tandas Krisna Phiyastika.(Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here