Wali Murid Harapkan PPDB Tidak Ada Praktek Jual Beli Kursi pada Sekolah

SumateraPost.co, Bireuen-Warga masyakarat bersama wali murid,di berbagai gampong dan kota,pada tujuh belas kecamatan di kawasan Kabupaten Bireuen, sangat mengharapkan kepada para Kepala Sekolah  Dasar Negeri dan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri,jangan ada praktek jual beli kursi.

Pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ajaran Tahun 2020- 2021,ungkap sejumlah wali murid kepada media ini,Sabtu Sore (07/06), bertepatan seluruh sekolah mulai besok, 08 sampai 20 Juni mendatang, dilakukan penerimaan siswa pada sekolah SDN dan SMPN di Bireuen.

Jangan sampai terjadi,praktek jual beli kursi /bangku dan meja,untuk masuk sekolah,dalam penerimaan siswa baru, apalagi sudah ditetapkan zonasi, prestasi,alfirmasi dan pemindahan,bila ada kepala sekolah melakukan praktek jual beli kursi/ bangku dan meja.

Untuk mengambil keuntungan pribadi,Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam hal ini PLT Bupati Bireuen bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

Harus berani mengambil tindakan kepada kepala sekolah,bila perlu pecat,sebab ditengah penanganan virus corona atau Covid-19 ini,dan lagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen Muhammad Nasir, sudah mengadakan pertemuan dengan para wartawan media cetak dan online, Jum’at Pagi (05/06) di Aula SKB Bireuen.

Membahas tentang Penerimaan Peserta Didik Baru,bagi Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri,di jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen,si anak 7 sampai 12 tahun, ingin masuk sekolah dasar, diterima sesuai aturan main  yang ditetapkan empat bagian tersebut, tambah,Masri bersama Azhari, mewakili wali murid di sana.

Begitu pula, Penerimaan Peserta Didik Baru,bagi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Sekolah Menengah Atas Negeri,pada  02 sampai 09 Juni 2020, diharapkan pula wali murid dan warga masyarakat,yang mendaftar anaknya tahun ini jangan ada kesan dipersulit sudah habis kuota,praktek jual beli bangku dan meja,dengan alasan kursi sudah patah nanti kita perbaiki.

Seandainya terjadi hal ini,masuk nanti  pada jalur khusus harus,membeli bangku,dapat diberikan sangsi,menanggapi penerimaan peserta didik baru ini, Alhamdulillah tahun ajaran 2020-2021,sudah ditetapkan empat bagian itu.

Khususnya pada SDN dan SMPN,dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah sesuai aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,pada SMA dan SMKN, mungkin sama pula,ujar Masri bersama Azhari(Rizal Jibro).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here