Wanhat Golkar Kaget, Ada Gugatan Hasil Musda Kota Bogor

SumateraPost, Bogor – Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) partai Golkar Kota Bogor Adi Cakra, sempat kaget hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke X yang di gelar di Kota Bogor 29 Agustus lalu, digugat peserta Musda.

“O hasil Musda ada yang gugat ya,” kata Adi Cakra balik bertanya saat di temui Sumatera Pos di kediamannya Sabtu (31/10/2020) malam.

Menurutnya, mestinya sebelum ada gugatan ke Mahkamah Partai, dilakukan langkah mediasi, untuk mencapai kata sepakat. Namun hal itu tidak ditempuh, karena sebelumnya telah terbangun pengkotak kotakan di pengurus DPD itu sendiri.

“Karena sudah digugat, kita saja hasil keputusan Mahkamah partai Golkar, itu yang terbaik dan tak satupun dapat campur tangan, kudu sabar,” kata Adi Cakra.

Dia berharap kemelut di tubuh partai berlambang pohon beringin ini segera berakhir dan DPD segera menurut care taker atau PLT dari DPD Jawa barat. Sebelum Mahkamah Partai Golkar mengeluarkan putusan.

Diberitakan sebelumnya, Plt Ketua Musyawarah Kerja Gotong Royong (MKGR) Kota Bogor Muchtar Lutfi menilai, Musyawarah Daerah (Musda) Ke X Kota Bogor yang digelar di Grand Hotel Sahira 29 Agustus lalu, dinilai abal abal. Sepertinya ada upaya pembusukan dan penghancuran Golkar dari dalam.

“Partai sekelas Golkar, gelar Musda saja abal abal. Tak melibatkan organisasi sayap seperti MKGR, Kosgoro dan di dominasi Soksi. Bobot Musda tak qorum, mengundang masalah. Tak heran bila lahir gugatan dari peserta Musda,” kata Muchtar Lutfi saat ditemui Sumatera Post Sabtu (31/10/2020).

Menurutnya, Musda merupakan forum tertinggi musyawarah anggota Golkar. Sepatutnya melibatkan semua unsur komponen kepartaian. Tidak melibatkan organisasi sayap, sebagai pendiri Golkar tak qorum Musda dipastikan bermasalah. “Bang Tagor harus tanggung jawab,” ungkap Muchtar Lutfi.

Dikatakan, bila Musda ditata dengan baik sesuai aturan, tak akan ada celah pelanggaran Tatib. Dipastikan Musda berjalan baik dan lancar serta tak mengundang kecurigaan. Gugatan akan muncul, setelah Musda melanggar aturan, jadi soal dan Golkar partai besar dihuni orang pintar. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here