Warga Gedong Wani Tutup Tambang Pasir Diduga Milik Pak Eko

Sumaterapost.co, Lampung Timur – Penambangan pasir ilegal dibantaran way sekampung desa gedong wani kecamatan marga tiga kabupaten Lampung timur (Lamtim) terendus dan berhasil ditutup oleh Warga bersama kepala desa (kades) dan Tokoh Adat desa setempat.

Penutupan penambangan pasir yang diduga tidak berizin oleh warga tersebut didampingi anggota Polsek,camat marga tiga dan Babinsa.

Menurut Puluhan warga dan perangkat desa gedong wani merasa dirugikan dengan penambangan tersebut,dan mereka awalnya sudah mengetahui adanya penambangan dan telah memberikan teguran melalui surat namun upaya itu tidak direspon.

“Awal nya bedasarkan laporan para warga pak BPD,kami pihak desa hari ini langsung mengambil langkah dengan menutup paksa penyedotan pasir itu,ya dilokasi ada mesin sedot pasir,mobil truk dua,satu ekspator alat berat,dan hal ini tidak bisa dibiarkan,karena kali itu tempat warga mencari ikan,ada nelayan,dan ini jelas eksplotasi merusak lingkungan,kita sudah lapor dengan pihak Polsek dan melakukan negosiasi agar penyedotan pasir itu ditindak secara hukum” ujar kades Sigit kepada media,Kamis (10/09/2020).

Kades gedong wani menyebut penambang pasir tersebut milik Eko warga desa Sukaraja tiga.
Kemudian warga mengungkapkan hasil penyedotan pasir itu dibawa bendungan margatiga

“rencananya pasir itu akan dibawa ke bendungan Margatiga yang terletak di Negeri Jemanten,”tambang pasir itu milik Eko, dan kayaknya mau dijual ke bendungan Margatiga,”ujar warga.

Ditempat yang sama tokoh adat desa gedong wani Nur Asyikin mengancam akan mengambil langkah hukum ketika keinginan warga desa gedong wani tidak digubris dan diabaikan,dan ia menegaskan wilayah way sekampung masuk wilayah gedong wani bukan desa jaya guna.

“Harapan kami penyedotan pasir ini jangan sampai dilanjutkan karena sudah jelas merusak lingkungan dan merugikan kami pihak desa,hari ini ditutup ya tutup,jangan sampai ada bahasa aliran sungai itu masuk wilayah desa jaya guna,saya tau sejarahnya,dan saya ada buku batas wilayah desa”pungkas nya.(SmS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here