Warga Panik, Gas Melon Nyaris Mbledos Lukai Warga

SumateraPost, Bogor – Seorang pengguna gas elpiji melon Ewin Hartini, warga Gang Ledeng Rt. 03, Rw 06 Kelurahan Pagelaran, Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Nyaris mbledos dan mencelakai warga setempat. Akibat tabung yang baru dibeli mengeluarkan cairan busa putih memenuhi ruang dapur pemiliknya.

“Saya kan baru beli gas melon tiga kilo. Saat dipasang regulator di tabung tak keluar gas. Setelah dibuka dan dipasang kembali, malah keluar cair putih berbusa memenuhi dapur warga hingga nyaris mbledos,”kata Ewin Hartini Kamis (24/9/2020)

Beruntung saat kejadian, tidak ada percikkan api sehingga tidak terjadi kebakaran. Hanya Ewin sekeluarga panik dan warga sekitar berhamburan keluar dan menyelamatkan barang. Karena khawatir akan terjadi ledakan seperti banyak cerita orang.

“Saya kalap dan panik pak wartawan, dapur memutih penuh buang gas dari tabung. Untung saja tidak ada api dan dapat mengundang kebakaran,” tutur Ewin lagi.

Menurut pengakuan Ewin, awalnya dia akan memasak air, tetapi gas yang baru dibelinya tidak berfungsi dan tidak bisa menyala. “Karena penasaran saya coba buka regulatornya dan dipasang lagi tiba tiba mengeluarkan kepulan putih menutupi ruang dapur,” katanya.

Dikatakan, cairan putih menyerupai asap, diperparah para tetangga histeris mengundang rasa panik yang amat sangat. “Saya kaget dan panik, untung ada tetangga yang membawa gas itu keluar rumah. Saya sudah berpikir lain. Gas oplosan itu mengancam keselamatan keluarga,” ungkap Ewin.

Diakuinya, tabung gas itu didapatnya dari seorang pengecer bernama Ari, warga Kedung Halang Kota Bogor. “Saya dapat gas melon 3 kg itu dari pengecer bernama Ari. Pengakuan Ari mengambil tabung gas itu dari agen pangkalan LPG 3 kg milik Riani yang berlokasi di Kedung Halang” ujanya.

Setelah ditelusuri, pengelola pangkalan LPG 3 KG milik Riani, H. Yusuf, berlokasi di jalan pembangunan Rt 02/09 Kelurahan Kedunghalang Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, dengan nomor registrasi 316718743478xxx.

Dia menolak, bila gas yang didistribusikannya itu adalah gas oplosan “Tidak mungkin gas itu saya oplos, gas itu turun dari truk langsung saya distribusikan ke pengecer pengecer lainnya,” katanya.

Ketua Hiswana Migas wilayah Bogor, Asep Junaidi saat dimintai tanggapan juga menolak kalau gas melon 3 kg itu dioplos. Rasanya tidak mungkin kalau ada gas dioplos.

“Kalaupun ada airnya, gas itu kan sifatnya cair, bisa saja memang itu cairan gas. Kalaupun dikatakan ada air campur cairan putih menyebur, saya yakin itu adalah gas, dan bukan air biasa.” tegas Asep.

“Beruntung saat itu tidak ada percikan api, sehingga ibu itu bisa terselamatkan, kalau ada percikan api mungkin ceritanya akan berbeda” katanya.

Iwan wakil Hiswana Migas menjelaskan, masyarakat seharusnya memahami, tabung gas itu vitalnya adalah di katupnya. Jika katupnya ditekan maka gasnya akan keluar, apalagi gas baru, dorongannya sangat tinggi sehingga menyembur keatas” tegas Iwan.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here