Warung Tradisional Di Kabupaten Pringsewu Banyak Terpuruk

Sumatera Post – Tatanan pasar ekonomi rakyat di Kabupaten Pringsewu dinilai amburadul. Pasalnya kini telah banyak muncul ritel seperti Indomart dan Alfamart hingga berdiri di jalan-jalan perkampungan.

Hal ini sangat miris, dan dipastikan dapat mematikan pasar tradisional juga warung-warung terdekatnya dengan menjual dagangan yang sama. Otomatis mereka (warung kecil) pada mengeluh karena sudah berkurang pembelianya.

Dinilai munculnya ritel-ritel itu bukannya meningkatkan ekokomi masyarakat, malah sebaliknya. Hanya menguntungkan sepihak saja

Maka aneh, Pemerintah bukannya membantu masyarakat kecil, tetapi malah dengan mudah mengeluarkan izin (khususnya dari Dinas Perizinan) berdirinya ritel-ritel itu sampai merambah jalan perkampungan, sepertinya tidak melihat dampaknya, terhadap para pemilik warung tradisional. Ungkap Agung.P dari Lembaga Penelitian Pengembangan Pedesaan Dan Kawasan (LP3K) Lampung.

Agung.P mengatakan,Padahal informasi yang berkembang Pemerintah Daerah Pringsewu akan memodernkan pasar, bukan berarti memunculkan yang modern seperti dengan mudahmya mendirikan Indomart dan Alfamart ditengah-tengah masyarakat.

Tetapi kalau pemda cerdas seharusnya warung-warung tradisional yang ada diberi pelatihan dan dibina untuk menjadi modern seperti pembuatan-pembuatan sowtware. Ungkap Agung P, salah satu aktivis dari Lembaga Penelitian Pengembangan Pedesaan dan Kawasan Lampung.

Agung. P lebih jauh mengatakan, hasil dari investigasi yang ada, warga disekitar lingkungan indomart dan alfamart dalam proses tanda tangan, mengaku hanya diberi berkisar Rp.50.000. Sampai dengan Rp 100.000.

Pemda harus tegas menindak lanjuti keluhan para pemilik warung-warung tradisional, banyak tim ahli yang ada seharunya menyerap aspirasi, dan berharap wakil rakyat pun dapat menyerap aspirasi demi rakyat Pringsewu terkhusus para pedagang tradisional yang ada di Kabupaten Pringsewu.Ujar Agung.P.
(ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here