Webinar NWLF PTPN VII Bahas Wanita dan Kesehatan

BANDARLAMPUNG – Dua pakar kesehatan dan gaya hidup perempuan dihadirkan Nusantara Womens Leadership Forum (NWLF) PTPN VII dalam seminar berbasis web, Jumat (24/9/21). Disiarkan dari Ruang Harmoni Kantor Direksi PTPN VII dengan peserta terbatas, webinar ini diikuti ratusan karyawan perempuan dari Kantor Direksi, unit-unit kerja PTPN VII di Lampung, Sumsel, dan Bengkulu dan Karyawati Anak Perusahaan PTPN VII secara virtual.

Forum online ini mengancah berbagai masalah pada perempuan yang bekerja di suatu sistem manajemen dalam birokrasi ketat. Setidaknya ada enam masalah yang umum dialami pekerja perempuan dibedah secara mendalam. Antara lain, masalah obesitas atau kelebihan berat badan, stres, penyakit otot dan sendi (mosculoskeletal), gizi tidak seimbang, intensitas olahraga untuk kebugaran, dan mengelola mood agar tetap positif.
Pada sesi pertama, pakar kesehatan bergelar dokter, Yenni Febriyanti memaparkan empat masalah utama yang kerap dialami wanita pekerja kantoran. Ia menekankan agar peran perempuan sebagai ibu rumah tangga jangan diabaikan meskipun aktif dan produktif di luar rumah.

Baca Juga :  Edy Menang Dukungan, Ketua DPD Ditangan AHY

“Mari kita lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarga,” kata dia seperti memberi keyword saat membuka paparannya.
Yenni mengatakan, Setiap wanita pekerja khususnya pekerja wanita seperti di PTPN VII ini, kata dia, biasanya memiliki empat permasalahan. Pertama, kata dia, adalah masalah musculoskeletal. Problem ini biasa terjadi pada otot yang mengalami ketegangan, tulang dan sendi terasa nyeri. Hal ini karena posisi bekerja yang tidak ergonomis akibat posisi duduk tidak benar, suhu yang terlalu dingin, dan kurang terkena matahari.

Kedua yakni terkait dengan gizi. Biasanya wanita pekerja banyak mengidap anemia, ini dikarenakan kurangnya menkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.
Selanjutnya banyak wanita yang obesitas dan hiperlipidemia, efeknya akan mengalami penyakit diabetes, jantung dan gangguan pada sendi lutut. Kasus gangguan sendi lutut saat ini cukup banyak.

Baca Juga :  Babinsa Bersama Satgas Imbau Patuhi Aturan Hajatan Dimassa Pandemi Covid-19

Ketiga problem stres bekerja. Ini menyebabkan banyak penyakit terkait. Sering sariawan, mengalami sesak, sakit lambung, diare dan susah bab, kena serangan jantung dan stroke. Khusus wanita sering terkena gangguan hormon.
Keempat permasalahan, estetika dan kesehatan kulit, serta masalah gigi dan mulut.
“Empat problem ini harus menjadi perhatian kita para wanita pekerja. Sebab, kadang kita abai ketika masih sehat dan baru sadar ketika sudah akut,” kata dia.

Pada sesi kedua, hadir Sarma Ida Ulina. Wanita praktisi kebugaran dan gaya hidup sehat ini memberikan beberapa tips yang harus dilakukan sebagai wanita aktif dan produktif.
Untuk menjadi bugar, kata dia, seorang wanita aktif dan produktif harus tetap memperhatikan dan memberi porsi yang cukup untuk beberapa hal. Antara lain, waktu istrirahat yang cukup, makan yang cukup dengan gizi seimbang, olahraga cukup dan teratur, berpikir positif, mengendalikan stres, menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan melakukan aktivitas malam.

Baca Juga :  Didampingi Ketua Persit, Dandim 0410/KBL Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

“Wanita bekerja dan produktif biasanya cenderung mandiri dalam banyak hal. Dalam melaksanakan semua aktivitas, libatkan keluarga terutama yang bersifat domestik dan sosial terutama suami dan anak-anak dalam semua aktivitas (diluar dinas) sehingga terjalin ikatan (bonding) yang dalam dengan keluarga,” kata perempuan enerjik ini.
Disela sela paparannya Serma juga mengajak para peserta yang hadir untuk berolahraga bersama. (HUMAS PTPN VII)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here