Webinar Seri Ke-5 Kecakapan Hidup, Jangan Jual Disabilitasmu Tapi Jual Talenta dan Kualitas Karyamu

Webinar Kelima, Kecakapan Hidup, Gelaran Yayasan Setara kerja bareng KSD didukung UNICEF, Minggu, (13/9).

SumateraPost, Semarang – Webinar yang ditaja Yayasan SETARA kerja bareng Komunitas Sahabat Difabel (KSD) , Berjarak, DP3AP2KB Jateng yang didukung UNICEF berlangsung dengan sukses dan gayeng.

Webinar yang mengusung tajuk : “Kecakapan Mengenali dan Mengembangkan Diri ala Salwa Aristotel” ini berlangsung, Minggu , 13 September 2020, mulai pukul 11.00 WIB – 13.00 WIB ini disiarkan langsung (live streaming) melalui akun Youtube Setara Channel.

Noviana Dibyantari sebagai koordinator kreator acara Webinar mengatakan, sangat bangga dan bahagia, karena Webinar ini memenuhi sasaran , karena audiennya berasal dari berbagai daerah di wilayah Indonesia . “Ini sebuah gelaran Webinar yang sungguh-sungguh banyak memberikan pembelajaran. Tidak hanya untuk anak berkemampuan khususABK) saja , tetapi juga untuk para pendamping dan orang tua,” ujar founding Roemah D Semarang penuh suka cita.

Multi Talenta

Nara sumber Webinar Seri kelima, M.Salwa Aristotel. Lelaki tuna daksa yang multi talenta kini mengenyam kuliah di Institut Kesenian Jakarta IKJ) ini mengisahkan, tentang alasannya mengapa dirinya putar haluan pindah kuliah dari Institut Seni Indonesia ISI) Yogyakarta dan lebih memilih IKJ. Yang jadi motivasinya, karena Salwa bercita-cita ingin jadi dosen dan arrangger.”Alasan ini yang membuat saya putra haluan yang semula ingin masuk ISI Yogya kemudian merubah niat masuk IKJ. Alasan lainnya Salwa ingin menundukkan kerasnya kehidupan Jakarta,” ujar Salwa optimistis.

Modetaror Ahmad Fawaz (Tim Humas KSD Semarang) juga berhasil mengulik mengapa Pemain Musik Samparan yang mengusai permainan alat musik piano, bas, terompet ini membeberkan kiprah awalnya mengawali debutnya di dunia musik, dan jenis musik yang digeluti di awal kariernya. .Selain bermusik, melukis, Salwa juga dikenal sebagai atlet renang.

Ketika ditanya apa semboyan atau motto hidupnya oleh moderator dengan style yakin salwa menjawab . “Bagimu strategi, bagi gimik,” ujar Salwa yang juga mempunyai ketrampilan melukis. Ketika dikejar pertanyaan apa makna motto hidupnya oleh Fawaz. Ternyata yang dimaksud Salwa, jangan serius-serius amat alias serius tapi santai, “ ujar Salwa yang pernah berduet dengan Zizi pada konser Roemad D tahun lalu di Semarang.

Pengalaman yang paling mengesankan bagi salwa, ktika bertemu Deddy Corbuzier diberi kejutan untuk duet dengan musikus handal Adie MS. Selain itu juga pengalaman ketika melukis istri presiden Afrika Selatan dan Wapres Amerika serikat ketika diundang ke istana negara.

Jangan Jual Disabilitasmu, Tapi Jual Kualitasmu

Nara sumber lainnya, Hendra yang karena kepiawaiannya bermain piano dijuluki Hendra Pianoman, membagikan kisahnya cara dirinya bangkit dari stroke. “Belajarlah jadi orang baik sehingga ketika kita jatuh akan ada orang-orang baik yang ada untuk kita,” ujar Hendra bijak.

Hendra juga berkisah, kalau dirinya sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid -19. Hendra mengaku banyak kehilangan pemasukan. “Untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya memilih untuk berjualan online,” terang Hendra berjuluk Pianoman.

Hendra mengalami jatuh ke titik terendah dalam hidupnya. Ketika Hendra sebagai arranger saat harus mengakses semua perangkat komputer, sementara belum ada perangkat yang akses untuk mengenali komputer. “Tetapi dalam kondisi apapun saya harus bisa survive sehingga punya motivasi untuk bangkit. Jangan pernah menjual disabilitas tapi menjual kualitas,” tandas Hendra berpesan kepada sahabat-sahabat ABK.

Bintang Tamu Natalino Mella

Bintang tamu dalam Webinar ini tampil ciamik dengan permainan Sasandonya. Natalino tak kalah inspiratif, siapa tak kenal Natalino Mella pemain sasando yang namanya sudah mendunia. Natalino Mella merupakan pemain Sasando profesional yang dan pencipta teknik 10 jari untuk memainkan Sasando.

Pada 2005, Natalino menyelesaikan kuliah Arsiteknya di Universitas Kristen Petra.Namun keahlian dan kesukaannya tentang animasi dan seni membawanya beralih profesi menjadi Graphic Designer . Kiprahnya dikenal banyak LSM Internasional sampai saat ini, dan juga menjadi musisi Sasando profesional.

Pada tahun 2008, setelah kembali dari Jepang, dia mendapat ide untuk mendesain ulang sasandonya. “ Tujuannya agar membuat banyak orang tertarik untuk mempelajari sasando dan juga melestarikan alat musik ini,” beber Natalino.

Pada tahun 2014, Natalino berhasil menyelesaikan desain baru Sasando yang memiliki bentuk modern, komposisi nada yang berbeda yang digunakan untuk pertunjukan konser. Sasando kreasinya ini diberi nama “Mella BlackHarp Sasando”.

Pada tahun 2016, ia membuat “Colorful Sasando” dan pada tahun 2018, kemudian membuat Sasando Baritone pertama di dunia. Dengan Sasandonya hingga kini Natalino sering melakukan perjalanan ke banyak negara untuk bermain sasando dan membuat workshop. Natalino kini juga memiliki toko online www.sasandoshop.com dan menjual sasandonya baik di Indonesia maupun ke mancanegara. “Saya punya visi Sasando agar menjadi alat musik Internasional yang dapat dimainkan oleh semua orang di mana saja,” ujar Natalino optimistis;

Kiprah Orang-Orang Inspiratif

Novianti Dibyantari menambahkan Webinar tentang kecakapan hidup untuk mengenali potensi diri dan mengembangkan nya baik dari Salwa, Natalino dan Hendra yang sungguh sangat menginspirasi Masing masing pribadi mampu memberi tantangan pada dirinya untuk berbuat lebih banyak dan lebih bermanfaat sehingga dapat menjadi inspirasi. “Sebagai seorang difabel jangan menjual ke disabilitasan yang dimiliki, karena itu tidak akan abadi, tapi juallah kualitas, “ ujar bunda Novi memeretik pesan Hendra Pianoman sebagai PD Netra yg telah banyak berkarya di berbagai belahan dunia.

Sementara Koordinator Webinar Kecakapan Hidup dari Yayasan SETARA Bintang Alhuda, sebelumnya, mengatakan, dalam situasi pagebluk pandemi Covid -1, kelas kecakapan hidup bisa menjadi ruang alternatif dalam mengembangkan potensi sekaligus mengenal diri sendiri. “Webinar ini untuk memantik semangat kreativitas dan inovasi kawan-kawan difabel untuk mengembangkan talenta dan passionnya,” ujar Koordinator Webinar ini

Selain itu, lanjut Bintang, pihaknya juga akan launching kelas kreatifitas lebih ke pengembangan pasion dan hobi untuk mendukung pengetahuan anak anak dalam rangka menuju industri kreatif 4.0. “Jadi kawan-kawan nantinya juga siap ikut bersaing di era industri 4.0. Mereka kita harapkan bisa ikut menjadi pelaku bukan sekadar jadi penonton, ” harap Bintang. (Christain Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here