Workshop Seni Rupa Sabar Subadri di Roemah D

SumateraPost, Semarang – “Pelukis Kaki” asal Salatiga Sabar Subardi akan tampil sebagai nara sumber dalam workshop seni rupa di Roemah Difabel (Roemah D) Semarang. Kegiatan yang bertajuk : Demo Lukis dan Bincang-bindang bersama Sabar Subardi akan ditaja , di Sekretariat Roemah Difabel ( Roemah D), Jalan Haryono MT 266, Semarang, Selasa 12 Juli 2020, mulai pukul 13.00 – 14.30 WIB

Pelukis kelahiran Kota Salatiga, Jawa Tengah, 4 Januari 1979 yang belum lama ini pameran tunggal bertajuk : “Spirit Kehidupan” ini akan berbagi pengalaman dan proses kreatifnya dalam jagad seni lukis. Pelukis pemilik “Saung Kelir” Salatiga ini akan berkisah tentang proses kreatifnya hingga dirinya bisa eksis dalam seni lukis yang digelutinya, sehingga tampil dalam beberapa kali pameran baik tunggal maupun bersama di dalam negeri hingga mancanegara.

Pelukis Sabar Subadri yang terlahir tanpa dikaruniai kedua tangan ini melukis dengan kakinya ini merupakan salah satu dari sembilan pelukis Indonesia yang sejak tahun 1989, tergabung dalam Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA).

Pada tahun 1989, Sabar Subadri diajak turut serta dalam pameran bersama angota AMFPA Indonesia di gedung Bentara Budaya, Jakarta. Dua tahun kemudian, pada tahun 1991 (umur 12 tahun), Sabar menjadi student member AMFPA dan ia menerima beasiswa untuk mengembangkan keterampilannya di bidang lukis.

Pada tahun 2011 Sabar diangkat menjadi anggota terasosiasi AMFPA, dan terus berjuang untuk mencapai anggota penuh. Dengan menjadi anggota AMFPA Internasional, Sabar telah beberapa kali mengikuti pameran lukisan di manca negara.

Pada tahun 2011 Sabar diangkat menjadi anggota terasosiasi AMFPA, dan terus berjuang untuk mencapai anggota penuh. Dengan menjadi anggota AMFPA Internasional, Sabar telah beberapa kali mengikuti pameran lukisan di manca negara.

Menurut pelukis beraliran naturalis ini kiprahnya diberbagai pameran untuk menegaskan kalau dirinya mampu berbuat sesuatu. Bukan seperti yang dilabelkan sebagai disabelitas itu. “Untuk menyebut kami cacat tidak usah basa-basi minta maaf, itu fakta. Saya bukan disabilitas, bukan pula difabel. Saya cuma cacat, itu saja. Tapi saya bisa berkary, “tegasnya.

Buktinya, karya-karya Sabar Subadri dikoleksi para kolektor dari selebriti, pejabat dan pebisnis antara lain; Arswendo Atmowiloto, Andika Pratama, Ivan Gunawan, GKR Hemar, Ganjar Pranowo, Dey Mulyana, H.M Riyadi dan Rony Handoyo dan lain-lain. “Karya lukisan saya juga dicetak dalam berbagai bentuk kartu ucapan maupun kalender, “ ujar pelukis yang piawai dan interes pada tema tentang alam dan manusia ini.

Kini Sabar Subadri ditemani istrinya yang setia Sakuna tinggal di Jalan Merak No 56 Klaseman, Kecamatan Sidomukti, Salatiga. Di rumah ini dilengkapi dengan Galeri Sabar Subadri “Saung Kelir” yang didirikannya pada Agustus 2015.

Ke depan, cita-cita Sabar Subadri, terus berkarya dan berkarya. Sabar juga menggeluti jagad sastra di samping seni rupa. Sabar hanya ingin menambah setitik warna ke dalam spektrum riwayat dunia

“Saya tidak menjalani hidup dengan mimpi. Sebab saya yakin dengan hukum sebab akibat. Maka saya fokus dengan tindakan saya saat ini. Apa yang saya kerjakan saya lakukan sebaik-baiknya. Kelak akan berbuah baik bagi saya juga.. Karya dan perbuatanlah yang membesarkan nama bukan sebaliknya, “ terang ujar Sabar Subadri.

Sementara itu, Pimpinan Roemah D Noviana Dibyantari, mengatakan, workshop yang menghadirkan pelukis kaki Sabar Subadri ini bertujuan untuk memantik semangat para sahabat difabel yang bernaung di Roemah D maupun peserta lainnya yang mau bergabung mengikuti workshop agar terus berkarya yang muara bisa mandiri.

Pelukis Sabar Subadri lahir tidak dianugerahi organ tubuh yang lengkap tanpa dikarunia kedua tangan, tetapi dia bisa melukis dengan indah dan sering berpameran di dalam dan luar negeri dengan kelompok AMFPA. Kehadiran Pelukis Kaki Sabar Subadri yang luar biasa ini diharapkan bisa menginpirasi difabel lainnya untuk mandiri dengan passion masing-masing. “ Kita tahu pelukis Sabar Subadri merupakan seorang difabel yang , tangguh, mandiri serta berkarya. Ini pas juga dengan motto atau visi baru Roemah D “ Bersama Membentuk Penyandang Disabilitas yang Mandiri, Tangguh dan Berkarya,” ujar bunda Novi panggilan karib founder Roemag D ini.

Di samping itu, lanjut Noviana, pelukis mumpuni ini akan memberikan kiat-kiatnya bagi para difabel yang menggeluti seni lukis tetapi terkendala karena sesuatu hal. “ Pokoknya Sabar Subadri sebagai nara sumber akan berbagi trik dan teknik melukis kepada para difabel. Jadi jangan sia-siakan kesempatan langka ini,” ujar Noviana.
Pada kesempatan ini, dalam rangka menyambut era new normal bunda Novi juga berpesan agar peserta workshop tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. “Audiens harus tetap jaga, jarak cuci tangan dengan sabun atau hand sanitazer, dan pakai masker,lho,” pesan Noviana mengingatkan.
berpesan. (Christian saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here