Yayasan Setara Gandeng KSD Semarang, Taja Webinar Tentang Kecakapan Hidup

Duet Maut - Pianis Zizi (Tuna Netra) berduet dengan Salwa yang memainak terompet (Tuna Daksa) memainkan sebuah lagu dalam Konser yang digelat KSD Semarang tahun 2019 lalu di Gedung Teater Liem Liang Peng, Sekolah Karang Turi, Semarang,Jawa Tengah ( Foto : Christian Saputro

SumateraPost, Semarang – Yayasan SETARA menggandeng Komunitas Sahabat Difabel (KSD), Berjarak, DP3AP2KB Jateng didukung UNICEF kembali menggelar Webinar Kecakapan Hidup.

Webinar yang ditaja Minggu, 13 September 2020, mulai pukul 11.00 WIB – 13.00 WIB ini mengusung tema : “Kecakapan Mengenali dan Mengembangkan Diri ala Salwa Aristotel” . Kegiatan ini akan disiarkan langsung (live streaming) melalui akun Youtube Setara Channel. Untuk peserta bisa mendaptarkan diri melalui : https:/bit.ly/2Ffh6YR denga: CP Rahma – 083116247202. Dalam Webinar ini disediakan juru bahasa isayarat dan bonus ertifikat bagi peserta.

Webinar seri kelima ini menghadirkan nara sumber ; M.Salwa Aristotel (Mahasiswa IKJ, Pemain Musik Samparan, Pelukis Samparan, dan Atlet Cabang Olahraga Renang), dan Hendara Pianoman dan menampilkan bintang tamu Pemusik Sasando dari Kupang, NTT, Natalino Mella dengan moderator Ahmad Fawaz (Tim Humas KSD Semarang).

Koordinator Webinar Kecakapan Hidup dari Yayasan SETARA Bintang Alhuda, mengatakan, dalam situasi pagebluk pandemi Covid -1, kelas kecakapan hidup bisa menjadi ruang alternatif dalam mengembangkan potensi sekaligus mengenal diri sendiri. “Webinar ini untuk memantik semangat kreativitas dan inovasi kawan-kawan difabel untuk mengembangkan talenta dan passionnya,” ujar Koordinator Webinar ini

Selain itu, lanjut Bintang, pihaknya juga akan launching kelas kreatifitas lebih ke pengembangan pasion dan hobi untuk mendukung pengetahuan anak anak dalam rangka menuju industri kreatif 4.0. “Jadi kawan-kawan nantinya juga siap ikut bersaing di era industri 4.0. Mereka kita harapkan bisa ikut menjadi pelaku bukan sekadar jadi penonton, ” harap Bintang.

Pada kesempatan ini, Bintang , juga mengatakan, agar sahabat-sahabat muda banyak cara dalam mengembangkan diri, salah satunya lewat belajar dan menyimak konten-konten positif di Youtube atau ikut Webinar yang bermutu yang sekarang banyak ditaja. “ Belajar bukan hanya di sekolah. Semua orang itu guru, dan semua orang itu juga murid. Jadi kita bisa saling belajar menimba ilmu,” pesan Bintang.

ABK Tangguh, Mandiri dan Berkarya

Sementara itu, Koordinatot yang menyiapkan Tema dan Nara Sumber Webinar Noviana Dibyantari, mengatakan, tema besar dari Webinar ini tentang “Kecakapan Hidup”. Tema ini diusung musababnya, karena sebagian besar anak berkebutuhan khusus ( ABK) tidak memiliki kecakapan akademis yang baik . “Maka yang perlu untuk dipersiapkan untuk ABK adalah kecakapan hidup. Hal ini harus diajarkan sejak usia dini agar ABK bisa menjadi difabel tangguh, mandiri dan berkarya,” ujar bunda Novi panggilan karib founding Roemah D ini.

Untuk itu, lanjut Noviana, KSD memilih keluarga-keluarga yang konsisten mengajarkan kecakapan hidup pada anak ABK yang mereka miliki sehingga mereka bisa menjadi anak anak extra ordinary atau anak anak yg luar biasa. “Kami juga memilih sahabat difabel muda yang dengan keterbatasannya mereka bisa menembus batas untuk mencapai sukses dan bisa mandiri secara finansial,” imbuh aktivis sosial ini.

Menurut Noviana peran keluarga dan orang tua serta lingkungan sangat mendukung dan berperan dalam mengajarkan kecakapan hidup secara konsisten, disiplin dan terus menerus untuk anak anak berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa menemukan passion mereka masing masing untuk menjadi difabel yang tangguh, mandiri dan berkarya.

Untuk itu, papar Novianti, pihak UNICEF sangat mengapresiasi kegiatan Webinar Kecakapan hidup ini dan banyak informasi, motivasi dan pembelajaran dari keluarga yang memiliki ABK yang konsisten mengajarkan kecakapan hidup untuk anak anak berkebutuhan khusus tersebut. “UNICEF akan membukukan pengalaman pengalaman keluarga yg memiliki ABK tangguh, mandiri dan berkarya ini,” imbuhnya.

Sedangkan bag KSD sendiri, lanjut Noviana, gelaran acara seri Webinar ini, selain wadah untuk sharing pengalaman dan berbagi motivasi juga menjadi ajang pelatihan serta praktek untuk anggota KSD yang mengikuti kelas Master of Ceremony dan Public Speaking yang diampu Bang Odi. “Mereka bisa belajar dan berlatih menjadi Moderator yang menjadi motor dari kegiatan Webinar ini. Ini ajang untuk menjajal keberanian dan kemampuan mereka,” pungkas Noviana Dibyantari mengunci perbincangan. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here