YLKI Sesalkan Mahalnya Tarif dan Kesimpangsiuran Ketentuan Rapid Tes Antigen

SumateraPost – KETUA Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Drs.H. Subadra Yani Moersalin.MH menyesalkan tingginya tarif Rapid Tes Antigen di beberapa tempat pelayanan kesehatan mandiri.
Terutama menambah beban biaya bagi yang ingin berpergian, baik melalui jalur darat dan udara.

“Sangat membebani rakyat banyak. Apalagi sekarang ini kondisi ekonomi rakyat Indonesia sangat memprihatinkan akibat pandemi Covid 19 yang hingga kini belum dapat diatasi,” kata SubadraYani Moersalin di ruang kerjanya Selasa (22 Desember 2020).

Dia memaparkan penyesalan tingginya tarif Rapid Tes Antigen di tempat-tempat seperti di Bandara, Stasiun Kereta Api dan di tempat-tempat pelayanan kesehatan Mandiri. Mestinya pemerintah memberikan Subsidi kepada masyarakat di sektor angkutan umum yang digunakanan oleh masyarakat banyak.

Baca Juga :  Pasiops Kodim 0410/KBL Hadiri Apel Gabungan Personel Satgas Penanganan Covid-19

“Pemerintah tidak boleh lepas tangan soal tingginya biaya Rapid Tes Antigen. Karena ini menyangkut keberlangsungan hajat hidup orang banyak, dan bukan semata-mata mencegah atau membatasi aktifitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hajat hidupnya,” tambahnya.

Subadra Yani juga mengatakan social distancing dalam hal ini pembatasan penumpang tampaknya tidak menjadi prioritas untuk pencegahan. Dapat kita lihat jumlah penumpang yang ada di pesawat terisi sesuai dgn kursi yang tersedia (penuh).

Baca Juga :  Koptu Hadi Wijaya Monitor Pelaksanaan Vaksinasi Sinovac di Puskesmas Korpri Raya

“Oleh karena itu YLKI Lampung mendesak pihak penyedia angkutan memberikan konpensasi biaya kepada penumpang untuk melakukan Rapid Tes Antigen. Maka minimal ada tiga manfaat yang bisa didapat, pertama adalah hasil tes itu valid (tidak hanya surat keterangan).

Kedua dapat meringankan biaya kepada masyarakat serta tidak mengurangi kapasitas penumpang pada penyedia jasa angkutan. Ketiga, alur lintas penumpang di sektor trasportasi dapat dinyatakan aman dan mampu memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di sektor transportasi umum,” katanya lagi.

Baca Juga :  Minimalisir Angka Kejahatan, Kodim 0410/KBL Laksanakan Patroli Malam

Pada bagian akhir perbincangan dengan sumaterapost.co.id, lelaki yang biasa disapa Bang Badra ini menekankan kepada pemerintah di semua tingkatan dan pemangku kepentingan mampu menata dan menertibkan secara koordinatif, maka
kesadaran masyarakat untuk melakukan Rapid Tes Antigen tidak terbebani.
“Saya yakin masyarakat tidak mencurigai dan merasa terbebani secara ekonomi,” pangkas Subadra Yani Moersalin MH mengunci perbincangan
(ONE’)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here