Zulkifli Anwar Anggota DPR RI Sosialisasikan Empat Pilar di Desa Kalirejo

Pesawaran, Sumatera Post – Zulkifli Anwar Anggota DPR RI mensosialisasikan empat pilar di Desa Kalirejo, Kecamatan Negeri Katon, Selasa (6/4/2021).

” Sosialisasi empat pilar merupakan salah satu tugas dari DPR dan MPR, untuk mengingatkan masyarakat mengenai empat pilar, dengan tujuan agar masyarakat mengerti jati diri dan ideologi bangsa
“Di era modern saat ini masih banyak masyarakat yang lupa isi dari empat pilar, ” maka saya mengingatkan Pilar tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-22, SPPN VII Resmikan Sekretariat Cabang Wayberulu

Menurutnya, sosialisasi empat pilar kebangsaan bertujuan agar seluruh warga negara Indonesia bisa memahami arti pilar kebangsaan.

Menurut Zulkifli, saat ini, masyarakat mulai kehilangan jati diri dalam berbangsa dan bernegara dan perlu diingatkan kembali.

“Saat ini masyarakat mulai kehilangan jati diri kebangsaan sehingga perlu kembali diberi pemahaman dan diingatkan agar masyarakat bisa kembali memahami nilai kebangsaan. Dan sengaja saya pilih melakukan sosialisasi empat pilar ini dengan sasaran di desa-desa, karena di desa ini merupakan tujuan utama untuk melaksankan amanah institusi,” tutur nya

Baca Juga :  Dendy Romadona, Diminta Rangkul Ormas di Pesawaran

Pantauan di lokasi, saat sosialisasi, Anggota DPR RI Zulkifli meminta para kepala desa maju, dan menyebutkan butir-butir Pancasila, dan ternyata didapati beberapa Kepala Desa (Kades) yang ada di Kecamatan Negeri Katon tak hafal menyebutkan Pancasila dengan benar hingga akhir.

Seperti, Kepala Desa Tanjung Rejo, Sanjaya yang mengaku gugup saat menyebutkan pancasila sehingga lupa dan tidak bisa menyebutkan satu-persatu pancasila.

Baca Juga :  Jemur Bonsai Ditandai Tancap Panah, Isyarat Buka Kran Ekonomi Kreatif

“Terus terang gugup saya saat maju, jadi lupa” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Zuriadi menjelaskan, seharusnya kepala desa paham dan mengetahui pancasila sebagai masyarakat Indonesia.

“Memang dalam persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai Kades tidak disebutkan harus membacakan Pancasila. Namun sewajarnya sebagai warga negara yang baik dan selaku tokoh masyarakat serta pemimpin desa wajib hafal dong,” kilahnya, (Muhajirin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here