25% Dana Kapitasi dan BOK Puskesmas Betung Diduga Disunat Oknum Bendahara, Pegawai Buka Suara

Sumaterapost.co | Ogan Ilir – Selain mendapat dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Puskesmas Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI-SUMSEL) diketahui menerima dana kapitasi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) atau jasa pelayanan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan terhadap Puskesmas selaku Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) milik Pemerintah Daerah.

Ironisnya, segala hal yang berbau keuangan puskesmas termasuk dana BOK maupun pengelolaan dan pemanfaatan Dana Kapitasi JKN pada FKTP milik Pemerintah Daerah di Puskesmas Betung ini, sedari dulu dinilai sejumlah pegawainya tidak transparan dan terlalu banyak pemotongan yang dilakukan oleh Bendahara Puskesmas. Hal tersebut diakui langsung oleh salah satu pegawai Puskesmas Betung.

Menurut pengakuan Narasumber yang namanya minta dirahasiakan ini, masalah ketidaktransparanan pihak Puskesmas Betung sudah terjadi sedari dulu, jauh sebelum kepemimpinan Kapus (Kepala Puskesmas) yang sekarang.

Kendati sudah berganti Pemimpin berulang kali, selagi bendahara masih dipegang oleh Yuliani Am. Keb (Bendahara BPJS) dan Andi Saputra Am. Kep (Bendahara BOK), Puskesmas Betung ini tidak akan pernah alami kemajuan.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

Diakui Narasumber ini bahwa pemotongan dana Kapitasi sebesar 25% – 30%. Bahkan untuk di bulan ini dirinya telah menerima uang dari dana kapitasi hanya senilai Rp 336 ribu rupiah. Padahal menurut dia, pada saat penandatanganan tertera atas namanya senilai Rp 1 juta rupiah. Jauh sebelum ini, saya sempat terima lebih besar dari yang sekarang, tapi makin ke sini terus berkurang (Semakin Parah) dan semakin banyak potongan yang dilakukan semena-mena oleh Bendahara.

“Dulu-dulu itu, zaman Kapus terdahulu, malahan saya terima Rp 800 ribu. Lama kelamaan menurun Rp 600 ribu, turun lagi Rp 450 ribu dan sekarang turun drastis menjadi Rp 336 ribu rupiah. Pas tandatangan memang sejuta tulisannya di sana, tapi pas nerima cuma Rp 336 ribu. Tiap pembagian itu, kami pegawai ini pasti kebagian yang namanya duit recehan”, kata Narasumber kepada Media ini, Senin, (3/10).

Baca Juga :  Tambang Pasir Ilegal Milik Salah Satu Anggota DPRD OI Yang Beroperasi di Desa Lebung Bandung Labrak UU No 3!

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kisaran besarannya, sesuai dengan jumlah peserta BPJS yang terdaftar di FKTP. Setiap Pegawai baik berstatus PNS maupun non PNS akan menerima uang jasa pelayanan (Dana Kapitasi) dengan jumlah yang berbeda.

“Katanya mereka (red-Bendahara) nilainya itu tergantung dari daftar absensi kehadiran, jabatan pemegang program, masa kerja, latar belakang pendidikan tiap pegawai yang menerima. Tapi sayangnya, mereka enggan menjelaskan jumlah sesungguhnya dan alasan terkait pemotongan tersebut, pokoknya dipotong,”ungkapnya.

Masih katanya, yang lebih miris, untuk honor bagian para TKS pun masih turut dilakukan pemotongan. Saat penandatanganan, tertera Rp 200-250 ribu rupiah. Namun kenyataannya tidaklah demikian, ada yang hanya diterima Rp 80 ribu rupiah bahkan ada yang terima uang hanya Rp 73 ribu rupiah.

Tak sampai di situ, pemotongan pun terjadi di dana BOK hingga 25%. Bendahara Andi Saputra sempat menyebutkan bahwa pemotongan tersebut sudah ada bagian-bagiannya.

“Dari 25% itu, kata Bendahara kami dibagikan ke Dinas-dinas (Dinkes, BPKAD, Inspektorat) 10%, ke Kapus 5% untuk dana Kapitasi JKN dan Dana BOK nya sama 5% jadi untuk ke Kapus sama 10% juga, dan sisanya yang 5% masuk ke kas Puskesmas (saving). Tapi kami tidak tahu, ada atau tidaknya apa yang dikatakan si Andi itu. Dan hal Itu sama, berlaku juga di dana Kapitasi,” terangnya.

Baca Juga :  Tambang Pasir Ilegal Milik Salah Satu Anggota DPRD OI Yang Beroperasi di Desa Lebung Bandung Labrak UU No 3!

Melalui media ini, Narasumber meminta kepada Bupati Ogan Ilir untuk mengusut dugaan pemotongan dana Kapitasi oleh Bendahara Puskesmas Betung. Tak hanya itu, Ia dan rekan-rekannya pun berharap agar Bendahara BPJS dan Bendahara BOK segera dipecat dari jabatannya atau dipindahtugaskan saja.

“Jujur pak, kami sudah tidak tahan lagi menghadapi perlakuan dari kedua Bendahara ini. Harapan kami, mereka berdua ini dipindahkan ke Puskesmas lain, dipecat atau jangan jadi Bendahara di Puskesmas Betung ini lagi,”harapnya.

 

 

 

Laporan Jurnalis Ogan Ilir-Sumsel