Aceh – Sumaterapost.co
Sosok Mayjen Muhammad Hasan, SH tentu tidaklah asing bagi masyarakat Aceh khususnya masyarakat Aceh Timur, karena beliau pernah menjabat Komandan Kodim 0104/Aceh Timur pada tahun 2011-2013 yang selanjutnya menempati beberapa jabatan penting lainnya antara lain Wakil Komandan Jenderal Kopassus pada 2019-2020 dan jabatan terakhir sebelum ditunjuk menjadi Pangdam IM pada 17 November 2021, Mayjen TNI Muhammad Hasan adalah Komandan Jenderal Kopassus sejak tahun 2020. Tentunya beliaupun sangat paham dengan kultur masyarakat Aceh yang religius, disamping itu beliau juga memiliki segudang pengalaman dalam pendidikan, penugasan, dan jabatan sebagai prajurit karir TNI sehingga dalam melaksanakan tugasnya yang baru sebagai Pangdam IM senantiasa akan lancar tanpa hambatan bermakna.
Kami segenap Pengurus Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKFMNI) Provinsi Aceh yang juga sebagai Mitra Kerja Lembaga Yudikatif, Legislatif, Eksekutif, Komisi Yudisial, TNI & POLRI menyambut baik dan mendukung sepenuhnya setiap langkah dan program kerja Pangdam IM ke depan khususnya berkenaan dengan program Pembangunan Generasi Muda Berakhlak Mewujudkan SDM Unggul dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0 dimasa yang akan datang. MKFMNI Aceh juga menyatakan sikap perang terhadap narkoba, terorisme, intoleransi, dan ideologi radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Harapan kami eksistensi Kodam Iskandar Muda di bawah komando Mayjen TNI Muhammad Hasan, SH. sesuai Tugas pokok sebaimana termaktub dalam UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI antara lain ikut membantu tugas pemerintahan di daerah, maka MKFMNI Aceh mendesak penerapan dan pelaksanaan seutuhnya UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh sebagai kekhususan Aceh, karena hakekat UUPA adalah untuk menciptakan suatu perdamaian dan Kesejahteraan Rakyat Aceh. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tingkat kemiskinan di Aceh masih tinggi meski dana otonomi khusus digelontorkan dalam jumlah besar, masyarakat masih banyak yang mengalami keterbelakangan pendidikan dan kesehatan. Ironis memang, menurut hemat kami hal ini disebabkan oleh sosok pemimpin saat ini yang tidak memiliki kemampuan dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasikan juga mempersatukan berbagai elemen dan kelompok masyarakat, mensosialisasikan, serta mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal baik yang muncul dari dirinya ataupun hasil interaksi sosial masyarakat, Hal ini di sampaikan Drs. Ridwan Hasan, Sabtu ( 20 November 2021)
Dijelaskanys, Kami sangat yakin dengan profesionalisme Pangdam IM yang baru dibarengi dengan kesolidan Forkopimda Aceh pasti mampu mengakomodir dan memenuhi amanat UUPA juga mampu mengubah visi ke dalam aksi, dengan tetap berpegang erat kepada nilai-niliai spiritual. Dalam kesempatan tersebut saat diskusi ringan dengan Pengurus Karang Taruna Aceh Timur di Warkop New Kawan Lama, Sekretaris Karang Taruna Aceh Timur Urija, SE menambahkan dalam menghadapi agenda nasional ke depan, kita bangsa aceh dituntut untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin yang peka dan peduli bukan hanya sekedar pandai bicara dan beropini.
Aceh ke depan butuh pemimpin yang tidak hanya mengedapankan kepentingan individu maupun golongan. Ketua MKFMNI Aceh Ridwan Hasan juga menekankan pemimpin kedepan baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus mampu mengembalikan citra Aceh yang bermartabat bukan ACEH HEBAT dalam maksiat, korupsi dan narkoba.(TB)




