Sumaterapost.co | Pringsewu – Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung, di akhir Tahun 2025 menggelar refleksi akhir tahun dan bedah buku mengambil tema Mozaik Pengejar Mimpi, merupakan kumpulan cerpen inspiratif tentang perjuangan meraih mimpi, di gelar di Aula IBN Lampung, Rabu, (31/12/2025).
Nara sumber Refleksi akhir tahun 2025, dan bedah buku, menghadirkan, Rektor IBN, Penulis/Pembahas Buku “Mozaik Pengejar Mimpi” , serta Tokoh Inspiratif dari Civitas Akademika, serta dihadiri ketua STIT Pringsewu, Direktur Pasca Sarjana STIT, Ketua STEBI Tangamus, Dosen UBL, Dosen IBN, Dosen STIT, Dosen STEBI Tanggamus, Mahasiswa IBN, Mahasiswa UBL, serta Mahasiswa STIT Pringsewu dan Mahsiswa STEBI Liwa.
Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara yang juga selaku Panitia Pelaksana kegiatan, Dr. Miswan Gumanti, M.B.A., M.Pd. mengatakan, Highlight acara Refleksi Akhir Tahun: Sharing capaian, tantangan, dan harapan civitas akademika IBN sepanjang 2025.
Sedangkan untuk Bedah Buku “Mozaik Pengejar Mimpi”: Diskusi mendalam tentang kumpulan cerpen yang menggambarkan mozaik kehidupan penulis meraih beasiswa di berbagai negara, diisi oleh Dr. Susanto (penulis Buku Mozaik Pengejar Mimpi).
“Momentum penghujung tahun 2025 ini kita jadikan kesempatan untuk merefleksikan perjalanan satu tahun ke belakang, berbagi inspirasi, dan menyongsong tahun baru dengan semangat baru”, ungkap Dr. Miswan Gumanti.
Rektor IBN Lampung, Dr. Fauzi, mengatatan, Menutup tahun 2025 dengan ruang diskusi yang penuh makna tentang mimpi, perjuangan, dan keberanian untuk terus melangkah. Terima kasih kepada narasumber, pimpinan, civitas akademika, serta seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dengan antusias luar biasa.
“Terima kasih 2025, atas setiap proses, pelajaran, dan kebersamaan yang telah kita lewati bersama. Selamat datang 2026, semoga menjadi tahun yang membawa semangat baru, langkah yang lebih kuat, serta komitmen untuk terus bertumbuh dan memberi dampak melalui pendidikan. Institut Bakti Nusantara akan terus melangkah, menemani setiap mimpi yang diperjuangkan”.Ungkap Dr. Fauzi. (ndy)




