Lampung Utara : Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Utara, Feryza Agung, menegaskan kesiapan pemberangkatan jemaah haji 2026 telah mencapai tahap akhir.
Sebanyak 399 calon jemaah haji asal Lampung Utara dijadwalkan berangkat Minggu, (3/5/2026) mendatang, tergabung dalam Kloter JKG 15 bersama jemaah dari Lampung Timur.
Feryza menyatakan, kesiapan teknis dan administratif telah mencapai lebih dari 95 persen. Ia menekankan, fokus utama Kementerian saat ini adalah memastikan jemaah dalam kondisi fisik prima sebelum keberangkatan.
“Ibadah haji sekitar 85 persen adalah aktivitas fisik. Karena itu kami mengimbau jemaah menjaga kesehatan dan rutin berolahraga, Istirahat yg cukup” ujar Feryza, Senin (27/4/2026)/
Jumlah jemaah tahun ini mengalami penyesuaian dari 401 menjadi 399 orang, menyusul tiga jemaah wafat yang kemudian digantikan ahli waris (anak kandung) serta satu orang menunda pmbrgktn ke tahun berikutnya dgn alasan ada urusan keluarga.
Komposisi jemaah terdiri dari 184 laki-laki dan 215 perempuan, yang dibagi dalam 10 rombongan dan 40 regu, serta didampingi empat petugas kloter dan Dua Petugas Haji Daerah (PHD).
Pemberangkatan akan dimulai dari Islamic Center Kotabumi menuju Asrama Haji Rajabasa pada 3 Mei pagi. Selanjutnya, jemaah dijadwalkan terbang ke Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 4 Mei sore menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines.
Feryza menegaskan, seluruh tahapan layanan telah disiapkan sesuai prosedur, mulai dari dokumen perjalanan, rekam biometrik, pemeriksaan kesehatan (istithaah), bimbingan manasik, pengkloteran hingga distribusi logistik berupa tas ɓagasi perlengkapan jemaah.
“Negara hadir memastikan jemaah dapat beribadah dengan tenang, aman, nyama dan khusyuk. Ini prinsip utama kami dalam penyelenggaraan haji tahun ini,” kata dia.
Selain kesiapan teknis, Kementerian juga memastikan standar layanan di Tanah Suci terus ditingkatkan, termasuk akomodasi hotel dan pendampingan ibadah. Tim pendukung yang terdiri dari tenaga medis, pembimbing ibadah, dan petugas layanan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan jemaah, khususnya kelompok lanjut usia.
Dari sisi usia, jemaah tertua tercatat atas nama Mursinu Thoni Abdul Rahman (88 tahun), sementara jemaah termuda adalah M. Multazam Nabil Assyaf (16 tahun). Feryza memastikan perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia melalui layanan prioritas dan pendampingan medis.
Sinergi lintas instansi juga diperkuat dalam proses pemberangkatan, melibatkan kepolisian, dinas kesehatan, dan perhubungan guna menjamin kelancaran perjalanan jemaah dari daerah hingga ke embarkasi.
Pemerintah daerah turut memberikan dukungan berupa tali asih sebesar Rp1 juta rupiah per jemaah dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan souvenir identitas nasional dari Bupati lampung utara Hamartoni.
Selain itu, setiap jemaah akan menerima living cost sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3,75 juta untuk kebutuhan selama di Arab Saudi.
Jemaah dijadwalkan menjalankan ibadah haji selama sekitar 40 hari dan akan kembali ke Tanah Air pada 13 Juni 2026 dari Jeddah, tiba di Indonesia pada 14 Juni dini hari.
Dengan kesiapan yang hampir paripurna, Feryza berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, dan kembali dalam kondisi sehat.
“Kami ingin memastikan seluruh jemaah tidak hanya berangkat dengan aman, tetapi juga pulang dengan predikat haji yang mabrur,” ujarnya.(*)




