PANARAGAN – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melakukan langkah terobosan dalam memacu keberhasilan pembangunan daerah. Sebanyak 5.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tubaba akan ditugaskan menjadi garda terdepan sekaligus duta sosialisasi pemerintah untuk menyampaikan lima program prioritas langsung di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Pembahasan Pelaksanaan Penugasan Sosialisasi 5 Program Prioritas Kabupaten Tubaba yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nadirsyah, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Iwan Mursalin, S.Si., MM., MT., di Ruang Rapat Sekda, Senin (04/05/2026).
Dalam arahannya, Wakil Bupati Nadirsyah menekankan pentingnya peran aktif ASN sebagai teladan di tengah masyarakat. Ia menyoroti persoalan teknis seperti pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Dayamurni dan Pasar Penaragan, yang harus ditangani secara kolaboratif antara Dinas Koperindag dan Dinas Lingkungan Hidup.
“ASN yang berada di wilayah tempat tinggal masing-masing harus mampu menjadi perpanjangan tangan untuk mensosialisasikan program pemerintah. Secara teknis, kawan-kawan di lapangan yang lebih memahami, namun pengawasan harus tetap berjalan,” ujar Wabup.
Sekretaris Daerah Tubaba, Iwan Mursalin, menjelaskan bahwa penugasan ini tidak akan mengganggu Tugas Pokok dan Fungsi (Tusi) ASN di kantor. Ia menginginkan 5.000 ASN Tubaba bergerak sebagai agen penggerak secara mandiri dan taktis saat berada di lingkungan sosialnya.
“Kita punya kekuatan 5.000 personel ASN. Mereka tersebar di seluruh wilayah Tubaba. Saya minta mereka menjadi ujung tombak sosialisasi di poskamling, di warung kopi, atau saat pengajian. Tidak perlu selalu forum resmi, yang penting edukasi sampai ke warga,” tegas Sekda.
Iwan menambahkan, surat penugasan (SPT) yang diberikan kepada ASN ke depan harus memiliki target kerja yang jelas dan terukur. “Targetnya harus konkret. Misalnya soal sampah, ASN harus mampu mengedukasi tetangganya untuk gotong royong memilah sampah organik dan anorganik,” imbuhnya.
Salah satu poin krusial dalam rapat tersebut adalah optimalisasi Bank Sampah. Sekda meminta ASN mempelopori gerakan “Sedekah Sampah Plastik”, di mana ASN berperan aktif memberikan edukasi bahwa sampah plastik memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan benar.
Selain lingkungan, program kesehatan seperti Tubaba Q Sehat dan layanan Home Care juga menjadi sasaran utama. ASN diharapkan mampu menjadi penyambung lidah pemerintah dalam mendeteksi warga yang membutuhkan layanan medis namun belum tersentuh bantuan, serta menginformasikan program penguatan ekonomi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pemkab Tubaba akan melakukan evaluasi berjenjang terhadap efektivitas penugasan ini. Pimpinan daerah akan melakukan pengecekan secara acak untuk memastikan apakah para ASN benar-benar menjalankan perannya sebagai penggerak di lingkungan mereka.
“Keberhasilan program ini diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran pemerintah melalui para ASN-nya. Kita ingin ASN membaur, menyatu dengan warga, dan menjadi solusi atas persoalan di lingkungan terkecil,” pungkas Sekda.( Jas )




