SEMARANG — Upaya membangun ruang kreatif yang inklusif bagi penyandang disabilitas terus dilakukan Yayasan Roemah Difabel Indonesia. Melalui kegiatan bertajuk “Workshop Melukis: Ayo Bebaskan Imajinasimu dengan Gembira”, yayasan tersebut mengajak pelajar dan mahasiswa untuk mengeksplorasi kreativitas seni sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya inklusi dalam kehidupan sosial.
Kegiatan yang akan digelar pada Jumat (26/6/2026) di Griya Karya Inklusi, Jalan Puspowarno II Nomor 2 Semarang itu menghadirkan pelukis surealis Giovanni sebagai fasilitator. Workshop diberikan secara gratis dan terbuka bagi pelajar maupun mahasiswa.
Founder Roemah Difabel Indonesia, Noviana Dibyantari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pre-launching Griya Karya Inklusi dan Akademi Inklusi Bersinar (AKIB) yang tengah dipersiapkan yayasan.
Menurut Noviana, workshop seni dipilih karena menjadi media yang efektif untuk mempertemukan berbagai latar belakang peserta dalam suasana yang setara dan menyenangkan. Seni, kata dia, mampu menjadi bahasa universal yang melampaui batas fisik maupun sosial.
“Workshop ini menjadi pemanasan menuju dibukanya Galeri Karya Inklusi yang sedang kami persiapkan. Kami ingin menghadirkan ruang kreatif yang tidak hanya menjadi tempat pameran karya, tetapi juga wadah belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama bagi penyandang disabilitas maupun masyarakat umum,” ujarnya.
Galeri Karya Inklusi nantinya diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi karya-karya kreatif penyandang disabilitas sekaligus sarana edukasi publik tentang pentingnya kesetaraan kesempatan di bidang seni dan ekonomi kreatif.
Dalam workshop tersebut, peserta akan diajak mengenal metode melukis yang menyenangkan dan membebaskan imajinasi. Pendekatan yang digunakan Giovanni menitikberatkan pada keberanian berekspresi tanpa dibatasi aturan-aturan teknis yang kaku, sehingga setiap peserta dapat menemukan gaya dan kreativitasnya sendiri.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Roemah Difabel Indonesia dengan Akademi Inklusi Bersinar, Bank Jateng, Albea Techpack Asia, serta sejumlah mitra yang mendukung pengembangan ekosistem inklusi di Kota Semarang.
Selain menjadi ruang pembelajaran seni, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas partisipasi generasi muda dalam gerakan inklusi sosial. Melalui interaksi kreatif yang setara, masyarakat diajak melihat bahwa perbedaan bukanlah hambatan, melainkan sumber kekuatan untuk melahirkan gagasan dan karya yang lebih kaya.
Roemah Difabel Indonesia selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai program pemberdayaan penyandang disabilitas, mulai dari pelatihan keterampilan, penguatan kewirausahaan, hingga pengembangan ruang-ruang kreatif yang memberi peluang lebih luas bagi kelompok rentan untuk berkarya dan mandiri.
Dengan hadirnya Griya Karya Inklusi dan rencana pembukaan Galeri Karya Inklusi, Semarang diharapkan memiliki ruang baru yang tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya budaya inklusi yang menghargai setiap individu tanpa memandang keterbatasan yang dimiliki. (Christian Saputro)




