Sumaterapost.co – Simalungun | Guna memastikan kualitas dan keamanan pangan yang disalurkan kepada masyarakat, tim Kesehatan Kepolisian (Dokkes) Polres Simalungun kembali melaksanakan pemeriksaan Food Safety terhadap menu makanan dan minuman yang disiapkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun 2. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pangan bagi ribuan penerima manfaat program makan bergizi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Dokkes Simalungun, dr. Sirovenesia Banjarnahor, melalui laporan resmi yang ditujukan kepada Kabid Dokkes Polda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun, pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2026, mulai pukul 07.30 WIB.
“Kami mohon izin melaporkan kegiatan Food Safety yang dilaksanakan di SPPG Polres Simalungun 2. Pemeriksaan makanan dan minuman telah dilaksanakan dan dinyatakan dalam keadaan aman,” ujar dr. Sirovenesia Banjarnahor.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah menu yang telah disiapkan untuk didistribusikan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari jenjang pendidikan hingga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Untuk menu porsi besar yang diperuntukkan bagi siswa SMA dan SMP, serta menu porsi kecil untuk PAUD, TK, dan SD, terdiri dari nasi putih, telur katsu sambal terasi, tumis pakcoy dan wortel, tahu saus mentega, serta buah jeruk sebagai pelengkap,” ucap dr. Sirovenesia.
Selain menu utama, pemeriksaan juga dilakukan terhadap menu keringan yang disebut program 3B, yakni kelompok Balita, Busui (ibu menyusui), dan Bumil (ibu hamil). “Untuk kelompok Balita, menu keringan terdiri dari satu buah buah naga, dua kemasan susu, dan dua buah pisang. Sementara untuk Busui, terdiri dari dua kemasan susu, satu buah buah naga, dan satu buah pear,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk kelompok Bumil, menu keringan yang diperiksa meliputi satu kemasan susu Prenagen, satu buah buah naga, empat buah jeruk, serta dua buah pisang. Secara keseluruhan, program ini menyasar total penerima manfaat sebanyak 2.930 orang.
Lebih lanjut, dr. Sirovenesia Banjarnahor menerangkan hasil pemeriksaan secara organoleptik maupun kandungan kimia terhadap seluruh sampel makanan dan minuman yang diuji.
“Dari hasil pemeriksaan, bentuk, rasa, aroma, dan warna makanan dinyatakan normal. Sementara untuk pemeriksaan kimia, seluruh sampel dinyatakan negatif mengandung boraks, negatif nitrit, negatif nitrat, negatif formalin, dan negatif fosfat, dengan tingkat keasaman atau pH berada pada angka 6,” jelasnya.
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa seluruh menu yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat telah memenuhi standar keamanan pangan dan layak untuk dikonsumsi.
“Kegiatan pemeriksaan Food Safety ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala berarti di lapangan,” tambah dr. Sirovenesia Banjarnahor.
Kegiatan pemeriksaan pangan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Simalungun dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta anak-anak usia sekolah. Melalui pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang masyarakat penerima.
Dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan seluruh parameter kimia negatif dari bahan berbahaya, tim Dokkes Polres Simalungun memastikan bahwa program penyaluran gizi yang menyasar hampir 3.000 penerima manfaat tersebut berjalan sesuai standar kesehatan yang berlaku, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang disalurkan dengan rasa aman dan tenang.
Laporan hasil pemeriksaan ini turut menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja Dokkes Polres Simalungun kepada jajaran Polda Sumatera Utara dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah hukum Polres Simalungun.(ns*)




