Bandar Lampung — Ribuan masyarakat memadati kawasan Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Minggu (19/7/2026).
Selain menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan nobar menjadi sarana untuk membangun komunikasi antara Pemerintah dengan masyarakat, hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, jajaran Forkopimda Provinsi dan Kota Bandar Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, para kepala perangkat daerah, serta unsur pemerintah lainnya.
Kehadiran Gubernur bersama masyarakat menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menghadirkan ruang publik yang edukatif, rekreatif, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan disampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia menunjukkan besarnya kekuatan olahraga sebagai pemersatu seluruh lapisan masyarakat.
“Beberapa minggu terakhir, kita sama-sama bisa merasakan bahwa bahasan semua orang sedang terfokus di sepak bola. Di kantor kita ngobrol prediksi skor, di warung kopi juga perdebatannya bukan lagi soal politik, tapi soal strategi, formasi, sampai siapa yang pantas jadi pemain terbaik. Banyak dari kita rela begadang demi menyaksikan pertandingan,” ujarnya.
Menurut Marindo, suasana nobar menjadi bukti bahwa olahraga mampu menghadirkan ruang kebersamaan yang menyatukan ASN, Forkopimda, pelaku usaha, hingga masyarakat umum tanpa sekat.
“Saya senang malam ini semangat itu ada di Lampung. Forkopimda hadir, ASN hadir, masyarakat juga hadir. Kita duduk bersama menikmati pertandingan yang sama. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita pelihara,” katanya.
Ia menegaskan bahwa membangun Lampung membutuhkan semangat kerja sama sebagaimana membangun sebuah tim sepak bola.
“Saya percaya membangun daerah itu sama dengan membangun sebuah tim. Semua harus bergerak bersama. Tidak pemerintah saja, tetapi semua. Pemerintah bekerja, Forkopimda bersinergi, masyarakat berpartisipasi, dan seluruh pihak berkolaborasi. Tidak akan pernah kemenangan yang bisa kita raih dengan berjalan sendirian,” tegasnya.
Selain mempererat persatuan, penyelenggaraan nobar di ruang terbuka juga menghadirkan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan Tugu Adipura meningkatkan aktivitas perdagangan pelaku UMKM, mulai dari pedagang makanan dan minuman, usaha kuliner, hingga pedagang aksesori dan produk kreatif lokal.
Ramainya kunjungan masyarakat turut meningkatkan perputaran ekonomi di kawasan pusat Kota Bandar Lampung serta memberikan peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha mikro yang memanfaatkan momentum tersebut.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai kegiatan publik seperti ini tidak hanya menghadirkan hiburan yang sehat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan transaksi UMKM, sekaligus menghidupkan ruang-ruang publik sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Marindo juga menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar melahirkan pesepak bola berprestasi. Menurutnya, banyak anak-anak dan remaja di berbagai kabupaten/kota yang memiliki bakat luar biasa dan perlu mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.
Ia mengajak pemerintah daerah, PSSI, sekolah, sekolah sepak bola, akademi, klub, dunia usaha, serta seluruh masyarakat untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini.
“Semakin banyak anak yang mendapat kesempatan berlatih secara terarah, semakin besar peluang Lampung melahirkan pemain-pemain berkualitas,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Marindo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Boleh berbeda pilihan, boleh berbeda pendapat. Tetapi ketika kita bicara tentang Lampung, kita harus selalu berdiri di barisan yang sama. Karena tidak ada keberhasilan yang lahir dari orang-orang yang berjalan sendiri-sendiri. Tidak akan pernah ada Lampung yang maju tanpa kebersamaan,” pungkasnya. (Pemerintah Provinsi Lampung).




