YOGYAKARTA – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menorehkan tinta emas di kancah akademik global. Dalam International Competition of Academic and Innovation (ICAI) 2026 yang berlangsung di Grand Kangen Hotel Yogyakarta, 17–19 Juli 2026, sembilan wakil dari Unwahas berhasil membawa pulang 10 gelar juara. Prestasi ini menegaskan posisi Unwahas sebagai perguruan tinggi yang produktif dalam riset dan inovasi berkelas dunia.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Collaboration of Lecturers Across Countries (KODELN/CeL) ini diikuti oleh ratusan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Inggris, dan Burundi. Para peserta berlomba dalam beragam bidang strategis seperti manajemen, ekonomi, pariwisata, teknik, hingga penyimpanan energi, dengan kategori lomba yang bervariasi mulai dari puisi, buku, artikel ilmiah, hingga inovasi produk.
Dominasi Dr. Fadjar Setiyo Anggraeni
Sorotan utama malam penghargaan tertuju pada Dr. Fadjar Setiyo Anggraeni, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA. Dosen Unwahas ini tampil luar biasa dengan memborong tiga penghargaan sekaligus, menunjukkan kepiawaiannya tidak hanya dalam analisis data, tetapi juga dalam ekspresi sastra dan pemikiran strategis.
Fadjar meraih Juara I kategori Poem bidang Manajemen melalui tiga karya puisinya yang puitis dan mendalam: “Reka Cipta Wawasan”, “Semantan Cakrawala Budi”, dan “Metamorfosis Imaji”. Kepekaan sastranya juga dibarengi dengan ketajaman akademis ketika ia menyabet Juara I kategori Book bidang Manajemen untuk bukunya berjudul “KAEL: Pendekatan Strategis Merancang Sukses Melalui Knowledge Conversion”. Tak berhenti di situ, Fadjar juga melengkapi koleksinya dengan meraih Juara II kategori Article bidang Ekonomi melalui karya ilmiah “Knowledge Management System: Organizational Innovation as a Solution for Dispersed Work, Tacit and Common Knowledge”.
Prestasi Gemilang Dosen Lainnya
Keberhasilan tidak hanya diraih oleh satu nama. Dr. Windi Novia Ratri Wardani, S.Kom., M.M., juga mencatatkan prestasi ganda. Ia meraih Juara II kategori Article bidang Pariwisata dan Transportasi melalui karyanya “Digitalization, Branding, and Network Collaboration Strategy Among SMEs: Preliminary Qualitative Analysis”. Selain itu, Windi juga sukses menjadi yang terbaik dengan meraih Juara I bidang Manajemen untuk artikelnya “Antecedent and Consequence Destination Innovation”.
Bidang Pariwisata dan Transportasi juga dikuasai oleh Dr. Ratih Pratiwi, S.Pd., M.Si., M.M., yang berhasil meraih Juara I melalui artikel bertajuk “Islamic Entrepreneurial Leadership and Halal Tourism Innovation Performance: Exploring the Roles of AI Adoption Capability and Dynamic Capability Under Environmental Uncertainty: A Case Study of Kawan Kota Lama Semarang”. Karya ini menonjol karena menggabungkan aspek kepemimpinan islami, teknologi AI, dan studi kasus lokal yang relevan.
Sementara itu, Dr. Arif Budiarto, S.E., M.M., berkontribusi dengan meraih Juara II bidang Manajemen melalui artikelnya “The Implementation of Risk Management for Controlling Non-Performing Financing (NPF) at PT BPRS Artha Mas Abadi Pati”, yang menawarkan solusi praktis bagi industri keuangan syariah.
Di bidang teknik, tim yang dipimpin Dr. Indah Hartati bersama Dr. Laeli Kurniasari dan rekan-rekan berhasil meraih Juara II kategori Article melalui studi bibliometrik mereka yang berjudul “Emerging Frontiers of Phase Change Materials in Medicine and Pharma: Insights from a Bibliometric Study”.
Inovasi Mahasiswa yang Menggema Global
Prestasi gemilang juga datang dari barisan mahasiswa Unwahas, membuktikan bahwa semangat riset telah tertanam kuat sejak dini. Tim yang dipimpin M. Ulin Nuha berhasil meraih Juara I kategori Product Innovation bidang Energy Storage melalui inovasi cerdas mereka, “PCM Solar Dry”.
Tim Azalia Septia Hanifah juga tidak kalah membanggakan dengan menyabet Juara I kategori Article bidang Teknik. Karya mereka, “From Plastic Waste to Food Security: Integrating Green Process Technology, 3D Printing Filament, and Informatics for a Circular Food Future”, menawarkan solusi integratif bagi masalah lingkungan dan ketahanan pangan.
Selain itu, tim Ifa Fitriani meraih Juara II kategori Article bidang Teknik melalui penelitian “Formulation of Solid Soap Enriched with Pandan Leaf Extract Obtained via Ultrasound-Assisted Extraction”, yang menunjukkan potensi bahan lokal dalam industri kosmetik sehat.
Sinergi dan Komitmen Institusi
Keberhasilan meraih 10 gelar juara dari sembilan peserta ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti nyata produktivitas sivitas akademika Unwahas dalam menghasilkan karya ilmiah dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Prestasi ini juga mencerminkan sinergi kuat antara dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan riset, serta pentingnya jejaring akademik global.
Dalam ajang tersebut, Unwahas juga diwakili oleh sejumlah pimpinan kampus, yakni Wakil Rektor III Dr. Ratih Pratiwi, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Indah Hartati, serta Wakil Dekan Fakultas Teknik Dr. Laeli Kurniasari. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap budaya riset.
Raihan tersebut menjadi catatan penting bagi Unwahas dalam memperkuat ekosistem akademik. Ini sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk terus mendorong lahirnya karya-karya yang kompetitif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bagi Unwahas, setiap gelar juara adalah langkah kecil menuju visi besar: menjadi universitas yang unggul dan memberikan dampak nyata bagi peradaban. (Christian Saputro)




