Akhir September, 4 Kelompok Seni di Lampung Berkolaborasi Hadirkan Panggung SIRAT

Bandarlammpung – Jika tidak aral rintangan, empat kelompok seni di Provinsi Lampung akan berkolaborasi dalam karya bersama bertajuk Panggung SIRAT pada akhir September nanti.

M. Rizky selaku stage manager Panggung SIRAT, menjelaskan, kolaborasi karya ini merupakan bentuk kegelisahan para seniman muda terhadap tingginya pengaruh hedonisme di kalangan remaja di Provinsi Lampung serta mulai ditinggalkannya adat, tradisi hingga seni budaya lokal dalam kehidupan para milenial sehari-hari.

Hal ini yang mendorong empat kelompok seni di Lampung yaitu, DianArza Arts Laboratory (DAAL), GAR Dance Story, Sako Serikat dan SJ Project berkarya bersama secara independen serta non profit.

Baca Juga :  Bupati Budi Utomo, Saya Merasa Bangga dan Apresiasi Kepada Karang Taruna Kabupaten Lampura

“Secara simbolik, SIRAT itu bermakna sebagai kekuatan ingin menyatukan kembali ruh tradisi yang mulai dilupakan generasi muda. Tidak masalah anak muda mengenal dan mempelajari budaya barat namun jangan tinggalkan kebudayaan lokal kita, malah jika bisa tradisi diperkenalkan dengan cara-cara modern. Untuk itulah Panggung SIRAT hadir dan akan ada menampilkan garapan musik, ritus tradisi, tari hingga eksperimentasi gerak,” ujar alumnus ISI Yogyakarta ini.

Baca Juga :  Bupati Budi Utomo, Saya Merasa Bangga dan Apresiasi Kepada Karang Taruna Kabupaten Lampura

Dipaparkannya, Panggung SIRAT akan digelar pada 24-25 September 2021 dengan konsep hybrid (luring dan daring), mematuhi protokol kesehatan serta membatasi hanya untuk 30 penonton per hari.

“Dalam sehari akan ada penampilan sore dan malam hari yang bisa disaksikan secara gratis. Penampilan sore dikhususkan untuk guru serta para pelajar sebagai ruang apresiasi sedangkan malam hanya untuk para mahasiswa pun seniman untuk ruang diskusi. Kami ingatkan, para penonton wajib mematuhi protokol kesehatan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Budi Utomo, Saya Merasa Bangga dan Apresiasi Kepada Karang Taruna Kabupaten Lampura

Secara terpisah, salah satu pengisi acara, Sulhan, menuturkan, Panggung SIRAT merupakan ruang kontemplasi sekaligus bentuk tanggung jawab moral para pelaku seni yang bertujuan mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan seni budaya tradisi.

“SJ Project akan menampilkan karya berupa eksperimentasi gerak yang berbasis tradisi dengan durasi sekitar tiga puluh menit. Silahkan disaksikan dengan mematuhi protokol kesehatan dan mendaftar pada tautan https://docs.google.com/forms/d/1gpeBslcxeBCq8H39otbBSpBGUuxWfJ17x9FFivlTd2k/prefill,” tandasnya menutup obrolan.(Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here