AKP Edi Qorinas, Diduga Pelaku Yang Dibekuk, Merupakan Spesialis Pencuri Rokok Antar Provinsi

Kasat Reskrim Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas, S.H., M.H.

Sumaterapost | LAMPUNG TENGAH – Kegigihan, Kepekaan serta cepat dan ligat Tim Tekab 308 Presisi Polres jajaran Lampung Tengah, Polda Lampung selalu membuahkan hasil yang yang sangat gemilang dan sangat memuaskan, dibuktikan pada Sabtu, (12/11), jajaran telah berhasil menangkap komplotan pencurian rokok antar provinsi yang belum lama ini para pelaku beraksi terjadi di Pasar Kotagajah, Kotagajah, Lampung Tengah.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K, M.Si diwakili Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, S.H., M.H., menjabarkan bahwa pelaku berinisial KN (49) warga Tanjung Baru, Tanjung Rawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, SSP (60) warga Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, dan SK (36) warga desa Asahan, Jabung, Lampung Timur, bahwa komplotan spesialis pencuri rokok antar provinsi, yang juga tercatat sebagai residivis tersebut ini, berhasil membobol toko milik korban Ipung (45) warga pasar Kota Gajah, Kota Gajah, Lampung Tengah, pada Kamis 10/11 sekira pukul 02.30 wib lalu, sehingga korban dan karyawan saat keesokkan paginya, ketika akan membuka pintu tokonya, dikagetkan karena melihat gemboknya sudah tidak ada, kemudian korban dan karyawan toko tersebut mengamati, mengecek isi toko, ternyata terlihat beberapa rokok yang berada di rak dan dalam gudang sudah habis lenyap terkuras oleh pelaku, dan pagi itu juga korban melaporkan ke Polsek Punggur.

Baca Juga :  Doffie, Penyerangan Diduga Provokasi Tertentu Terhadap Penangkapan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

“Setelah terima laporan, dengan akumulasi yang terhimpun dari berbagai merk rokok, korban mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta, dan saat itu juga kami langsung melakukan penyelidikan dengan diawali meminta keterangan dari sejumlah saksi dan rekaman CCTV, Tim dan Polsek Punggur mendapatkan petunjuk ciri-ciri dari ketiga pelaku,” papar Edi Qorinas, Minggu, (13/11) siang ini.

Berkathasil pengembangan penyelidikan, Tim Tekab 308 mendapatkan informasi bahwa para pelaku sedang arah menuju Bakauheni dan hendak menyeberang ke Pulau Jawa, Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah dengan tidak membuang waktu, langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku tersebut.

Baca Juga :  Doffie Fahlevi Sanjaya, Aktor Segera Serahkan diri, Warga Dipersilahkan Kembali Laksanakan Aktivitas

Berkat kegigihan Tim yang diimami Kasat Res Krim AKP Edi Qorinas ini, dengan cara mereka memencar dipelabuhan itu, terpergok 2 diantara 3 pelaku sedang mengantri di penyebrangan Kapal, dan langsung disergap oleh Tim Tekab Presisi Polres Lampung Tengah yang saat itu juga di back up jajaran dari Polres Lampung Selatan.

“Hasil pengembangan terhadap kedua pelaku, petugas berhasil menangkap SK di perumahan Rajabasa, Bandar lampung, dan saat ini Tim sedang menggali dan pengembangan terkait kemungkinan TKP lainnya, sementara ini pengakuannya telah melakukan aksi pencurian khusus rokok di Lampung sudah sejak Tahun 2021 lalu, hal ini berdasarkan bukti data pengiriman barang yang telah diamankan, di wilayah Lampung Selatan sebanyak 3 kali yaitu sekitar Jati Mulyo, Karang Anyar dan Bakauheni arah Lintas Timur dekat Menara Siger,”urai Kasat Res Krim yang terkenal dengan gaya gerak tangkas, lugas, pintas dan puas ini.

Kemudian untuk diwilayah Pringsewu para pelaku berhasil 1 kali, dan juga pernah diwilayah Sumatera Utara, terakhir diwilayah Lampung Tengah, yaitu di Bandar Jaya dan Kotagajah, para pelaku diduga spesialis pencuri rokok antar provinsi, karena menurut bahwa barang tersebut mudah diambil dan dijual kembali, hasil penjualannya untuk hidup sehari-sehari.

Baca Juga :  Doffie, Menghimbau Masyarakat Agar Tidak Terpengaruh Insiden BBD Astana Anyar

“Saat ini pelaku masih dilakuan penyidikan, dan telah diamankan di Mapolres Lampung Tengah, termasuk barang bukti berupa 1 unit mobil Suzuki XL7 warna abu – abu Nopol B 1036 ZKQ, serta 2 unit Hp, sendal gunung milik pelaku yang terekam CCTV, pakaian, uang tunai Rp 750.000,- dan 2 buah dompet warna hitam berisi identitas pelaku, bukti Ressi pengiriman barang dari tahun 2021 sampai 2022, terakhir tanggal 11 November 2022, barang sudah sampai di Jakarta namun sudah di blokir, akan di kirim ulang ke Lampung juga turut diamankan petugas, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPidana, ancaman hukuman tujuh tahun penjara,”pungkas Bung Edi.

 

 

(Ganda)