Tebing Tinggi – Sumaterapost.co | PT Lintas Sumut Sejahtera Bersama mengklarifikasi adanya aktivitas pengambilan tanah ilegal di kawasan Jalan Sofyan Zakaria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Perusahaan menegaskan kegiatan alat berat di lokasi merupakan bagian dari proses pematangan lahan untuk pembangunan Perumahan Griya Sofyan Zakaria (Griya SOZA).
Klarifikasi itu disampaikan Humas PT Lintas Sumut Sejahtera Bersama, Prayudi, menyusul munculnya pemberitaan dan keresahan masyarakat terkait aktivitas pengangkutan tanah di area tersebut.
Prayudi menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan meliputi perataan lahan, pembentukan kontur, pembangunan drainase, akses jalan lingkungan, hingga persiapan utilitas kawasan sebagai tahap awal pembangunan 264 unit rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program FLPP pemerintah.
“Kegiatan yang saat ini berlangsung merupakan bagian dari pekerjaan pematangan lahan yang memang harus dilakukan dalam pembangunan kawasan perumahan. Ini bukan kegiatan pertambangan sebagaimana yang berkembang di tengah masyarakat,” tegas Prayudi dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, proyek Griya SOZA telah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Nomor SK-PBG-127603-11062026-001 yang diterbitkan Pemerintah Kota Tebing Tinggi setelah melalui tahapan administrasi dan teknis.
Selain itu, pihak perusahaan juga membantah isu tidak adanya papan proyek di lokasi.
Menurut Prayudi, papan informasi proyek telah dipasang lengkap dengan identitas pemilik, pelaksana, luas lahan, jadwal pekerjaan, dan jenis kegiatan.
“Semua proses berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pematangan lahan ini merupakan bagian legal dari pembangunan kawasan perumahan subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Perusahaan menegaskan, dasar hukum kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 1999 tentang Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri, yang mengatur bahwa pematangan tanah merupakan tahapan sah dalam pembangunan perumahan dan permukiman.
Reporter b75




