Ancam Sebarkan Video, Pelaku Keburu Disergap di Warung Makan

PADANG RATU, Sumaterapost.co – Berdasar laporan lisan dari korban pemerasan M (26) warga asal Selagai Lingga, jajaran Kepolisian Sektor Padangratu berhasil meringkus pelaku disalah satu warung makan Kampung Payungrejo, Pubian, karena pelaku bersepakat untuk bertemu ditempat tersebut.

Kejadian ini bermula, ketika DS alias Dodi (28) warga Kampung Negeri Jaya, Selagai Lingga, Kamis 23/9 sekitar jam 10.00 wib siang menghubungi korban M melalui handhone dengan nada sedikit agak mengancam, sedangkan mereka sebelumnya tidak saling mengenal.

Isi percakapan via telephone itu, pelaku DS alias Dony ini menyatakan bahwa ia memiliki gambar atau video korban M yang terkesan tidak senonoh, kalaupun ini tidak ingin disebar luaskan, maka korban harus memberinya dana sebesar Rp 3 juta, karena dirundung rasa takut dan malu, maka korban menyanggupi hanya mampu menyiapkan dana sebesar Rp 2 juta.

Ditengah rasa panik serta takut, korban mencoba menghubungi Polsek Padang Ratu dengan menceritakan bahwa dirinya berjanji dengan seseorang untuk bertemu, sedangkan orang dimaksud akan melakukan pemerasan, bertemu disalah satu rumah makan, sehingga Kapolsek Padangratu Kompol Muslikh mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Oni Prasetya, S.I.K,. dengan ligad perintahkan jajarannya melalui Panit Reskrim Iptu Admar, S.Pd., bersama anggotanya meluncur menuju lokasi tempat keduanya sepakat untuk bertemu.

“Setiba ditempat, Panit Reskrim Iptu Admar, S.Pd., bersama anggotanya memang sudah mengikuti korban dari kejauhan, setelah diperkirakan uang telah diberikan terhadap pelaku DS alias Doni, baru disergap, ditangkap dan digeledah, dengan hasil ditemukan 1 (satu) bilah senjata tajam jenis badik yang diselipkan dipinggangnya, 1 (satu) unit HP merk Oppo warna hitam, 1 (satu) unit HP merk Oppo warna putih serta uang tunai Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah), ” beber Kapolsek ini.

Selanjutnya pelaku DS alias Dony berikut barang buktinya dibawa ke Polsek Padang ratu, setelah dilakukan pemeriksaan dan diintrogasi pelaku mendapatkan Photo dan video tidak senonoh milik korban tersebut, berawal dari pelaku menemukan sebuah Hp yang menurutnya tercecer dijalan.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai, menggunakan senjata tajam yang bukan pada tempat dan profesinya dan ditambah dengan tindakan pemerasan sesuai Pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Darurat No 12 tahun 1951 dan pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 – 10 tahun penjara, ” pungkas Muslikh. (Ganda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here