Atas Penganiayaan Siswa Sekolah, Diharapkan APH dan Dinas Terkait Tidak Berpangku Tangan

Sumaterapost.co | Anak Ratu Aji – Pemukulan dan penganiayaan terhadap salah satu siswa SD Negeri 1 Karang Jawa, yang dilakukan oknum. Tugiri, Guru Sekolah setempat sepertinya akan berkepanjangan bahkan diproses Hukum, pasalnya pihak keluarga atau orang tua dari Ridho Firman Syah siswa yang menjadi korban, bersi kukuh menghendakinya.

Menindaklanjuti persoalan ini, Suroto yang didampingi Warjiem sebagai orang tua kandung dari korban, melalui Lembaga Sosial Masyarakat Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LSM LAMI), Lampung Tengah, hari ini Sabtu 17/9 telah melaporkan persoalan tersebut ke pihak penegak hukum dan instansi yang terkait dengan kapasitas pelaku.

Baca Juga :  Hari Ketiga OZK 22, Sat Lantas Polres Lampung Tengah Sambangi Ponpes

“Pada awalnya kita menganggap, bahwa Tugiri oknum guru yang diduga menjadi pelaku pemukulan dan penganiayaan, akan menjelaskan sejelas – jelasnya tentang masalah tersebut, justeru terkesan mentang – mentang dengan dalih pembangkangan, dan menariknya lagi malah oknum pendidik arogan ini, mengarahkankan untuk menemui seorang pengacara yang telah ditunjuknya dan bernama Taufik di Metro, karena hanya dia yang bisa menjelaskan masalah ini, ” tegas Subari.

Sekedar untuk diketahui bahwa pada hari Jumat 16/9 kemarin, berdasarkan arahan dari Tugiri oknum guru yang diketahui sebagai pelaku, untuk bertemu di sekolah tempat Ridho Firman Syah dipukulnya, sesampai disekolah disambut langsung oleh oknum yang didampingi Sarno Kepala sekolah SD Negeri 1 Karang Jawa tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Lamteng, Dalam Kurun Waktu 5 Hari, Pihaknya Mampu Tangkap 10 Pelaku Kejahatan

“Oknum guru ini mengatakan, bahwa semuanya sudah diserahkan kepada lawyer ( kuasa hukum ), silahkan tanya langsung dengan pengacaranya, Pengacara itu betnama Taufik, tinggalnya di Metro namun saat ini ia masih di Kalimantan, dan bila berkenan bisa bertemu di bulan depan atau awal bulan depan, atau dipersilahkan untuk hubungi lewat telponnya,” ungkap Subari menirukan oknum guru arogan tersebut.

Menyikapi hal ini, Ketua DPD LSM – LAMI Lampung Tengah, merespon serius atas kejadian ini, sebab peristiwa semacam ini agar tidak berulang terjadi, dan agar dapat menjadi introspeksi dan mawas diri para insan pendidik ketika saat melakukan tanggung jawabnya sebagai insan yang harus digugu dan ditiru, apalagi oknum Tugiri terkesan seperti orang yang tidak berdosa.

Baca Juga :  OZK 22 Polres Lampung Tengah, Perdana Sasar Pasar Kambing

“Biar dijadikan pelajaran untuk oknum ini, dan jangan sampai terulang atau dicontoh, perilaku sebagai pendidik semestinya memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat luas, bukan menorehkan suatu sampel yang tidak terpuji, kami berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Pendidikan dan Institusi Terkait untuk tidak berpangku tangan atas kejadian ini, bila dilakukan pembiaran sangat mustahil perlakuan semacam ini tidak berulang,” harap Subari.

 

 

(Ganda)