Dana KIP Puluhan Juta Ditekuk, Operator SDN Rancamaya Dua Belum Disanksi

Sumaterapost.co l Bogor – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Hanafi kecolongan bantuan tunai pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SDN Rancamaya 2 Kecamatan Bogor Selatan diduga ditekuk oleh oparator disekolah tersebut.

Dana puluhan juta itu ditekuk, setelah oknum operator sekolah mencairkan lewat bank diduga dilakukan sejak tahun 2020. Kini para orang tua berupaya untuk mendapatkan dana tersebut lewat negosiasi dengan oknum operator.

Informasi diperoleh bantuan sedikitnya 100 murid di sekolah itu tidak menerima KIP yang nilainya Rp 450 ribu /murid. Semestinya mereka mendapatkan dana tersebut karena para penerima masuk dalam katagori penerima KIP dari kalangan miskin.

Persoalan ini mencuat setelah para orang tua mendapat kabar dana bantuan KIP dari pemerintah sudah dapat dicairkan. Namun setelah ditelusuri, ternyata dana tersebut dicairkan oleh oknum operator di SDN Rancamaya 2 Bogor Selatan.

Seorang orang tua murid bernama Parman, mempertanyakan raibnya dana bantuan KIP sebesar 450 ribu rupiah dari rekening anaknya. Uang tersebut bagian dari bantuan KIP tahun 2021 lalu.

Sementara orang lainnya mengaku bernama Hendi dana bantuan raib sejak tahun 2020 dan 2021. Hendi mengatakan pada tahun 2021 anaknya tidak mendapatkan dana KIP. Padahal di tahun itu, tertera bantuan atas nama anaknya sebesar sebesar Rp.450 ribu sesuai dalam buku tabungan Bank BRI milik anaknya.

Menurutnya, selama anaknya sekolah di tahun 2020 dan 2021, buku tabungan itu dipegang oleh pihak sekolah, karena pandemi Covid 19.

“Semua buku rekening murid di kolektifkan. Namun pada saat pencairan 2022 diberikan kepada pihak murid dan bisa dicairkan tahun 2022,” katanya.

Parman mempertegas sejak tahun 202, pihaknya tidak pernah merasa menarik bantuan itu. Begitu juga Hendi uang yang ada di rekening tabungan anak mereka sejak tahun 2020 dan 2021 ternyata sudah ada yang mencairkan.

“Untuk tahun 2020 dan 2021 tidak ada sama sekali, tapi di buku tabungan BRI tertera sudah ditarik,” ujar Hendi.

Sementara Kadisdik Kota Bogor Hanafi saat dihubungi melalui WathsApp mengatakan, pihaknya tengah menunggu penyelesaian yang dilakukan para orang tua dengan oknum operator dimaksud.

“Kita Konsen kepada hasil mediasi, kemudian Disdik akan memanggil yang bersangkutan. Tidak tertutup kemungkinan tindakan oknum pemberhentian,” tegas Hanafi.

 

 

(Den)