SEMARANG — Ruang bunyi, teknologi, dan eksperimen artistik kembali berdenyut di Kota Semarang. Kolektif Hysteria bekerja sama dengan Alliance Française Semarang menghadirkan DI(E)GITAL IV: ETROFI, sebuah gigs lintas disiplin yang mempertemukan seniman lokal dan internasional dalam satu malam eksplorasi musikal dan performatif.
Acara ini digelar Sabtu, 3 Januari 2026,n mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai, bertempat di Alliance Française Semarang. Pertunjukan persembahan Hysteria dan Alliance Française Semarang ini terbuka untuk publik dan dapat dinikmati secara gratis, dengan kapasitas penonton terbatas.
DI(E)GITAL IV: ETROFI bukan sekadar konser musik. Program ini menjadi ruang pertemuan antara bunyi eksperimental, teknologi digital, dan praktik artistik yang menantang cara dengar serta cara pandang konvensional terhadap musik. Dari eksplorasi suara analog hingga digital, dari improvisasi bebas hingga performativitas tak lazim, seluruh rangkaian dirancang tanpa sekat genre maupun disiplin.
Tahun ini, DI(E)GITAL menghadirkan jajaran penampil lintas negara dan kota. Dua seniman asal Lituania, Sholto Dobie dan Augustė Vickunaitė, berbagi panggung dengan musisi dan perupa suara dari Indonesia, antara lain EIRA (Yogyakarta), Johanes Handjono, Kejawen, Particular, serta Opung dan Openg dari Semarang. Kolaborasi ini mempertemukan beragam pendekatan artistik, latar budaya, dan metode penciptaan bunyi dalam satu pengalaman kolektif.
Secara konseptual, ETROFI—permainan kata dari entropy—menggambarkan ketidakteraturan yang justru melahirkan bentuk dan makna baru. Dalam konteks pertunjukan, entropi dimaknai sebagai kebebasan bereksperimen, di mana noise, kegagapan teknologi, dan ketidakpastian menjadi bagian dari komposisi artistik.
Visual, teknologi, dan bunyi saling berkelindan sepanjang pertunjukan. Proyeksi visual, manipulasi suara secara real-time, serta pendekatan audio-visual eksperimental menjadikan penonton tidak hanya sebagai penikmat, melainkan turut menjadi bagian dari ekosistem pertunjukan.
Balqis, selaku Project Manager DI(E)GITAL IV: ETROFI, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai ruang temu yang terbuka bagi praktik bunyi eksperimental dan eksplorasi lintas disiplin.
“Melalui DI(E)GITAL IV: ETROFI, kami ingin membuka ruang dengar yang lebih luas—tempat ketidakteraturan, eksperimen, dan perbedaan latar artistik justru menjadi kekuatan,” ujar Balqis.
Melalui DI(E)GITAL IV: ETROFI, Kolektif Hysteria dan Alliance Française Semarang menegaskan komitmennya dalam membuka ruang dialog seni kontemporer, memperluas jejaring lintas negara, serta merawat iklim eksperimen di tengah kota.
Satu malam, satu ruang, dan pengalaman artistik yang berbeda—DI(E)GITAL IV: ETROFI mengajak publik datang, mendengar, dan larut dalam bunyi yang tak biasa. (Christian Saputro)




