Sumaterapost, Aceh Utara – Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE.,MM sapa akrab Ayah Wa telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan Kementerian PU, terkait kerusakan Huntara dan Musalla di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Rabu, 3/6/2026
“Sebanyak 58 unit Hunian sementara (Huntara) di 4 gampong (desa) dalam Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara mengalami kerusakan baik rusak sedang, ringan hingga berat akibat hujan disertai angin kencang pada tangal (2/6) sekitar pukul 18.00 WIB menjelang magrib, “kata Juru bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli
Menurut Muntasir, informasi tersebut diterima dari Camat Langkahan. “Kerusakan sangat bervariasi, ada yang rusak berat, sedang dan ringan, sejauh ini belum ada laporan terkait adanya korban jiwa dalam musibah itu. Saat ini tim terus melakukan pendataan dan penanganan pascabencana”, jelasnya.
Ia juga menyebutkan berdasarkan data sementara sebanyak 36 unit huntara dan 1 unit Musalla mengalami kerusakan di Gampong Rumoh Rayeuk, terdiri atas 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang dan 5 unit mengalami rusak ringan.
Selanjutnya di Gampong Langkahan 5 unit huntara rusak ringan, di Buket Linteung, Dusun Leubok Meuku 7 unit Huntara rusak berat termasuk mushala. Sementara untuk Gampong Geudumbak, sebanyak 10 unit Insitu, 4 rusak berat, 4 rusak sedang dan 2 rusak ringan.
“Warga yang terdampak sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman dan pembangunan hunian sementara di Gampong Rumoh Rayeuk dan Langkahan di bangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan di Buket Lintueng Huntara dan Musalla di bangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), “ tandasnnya
Reporter : Azhar




