Doffie Fahlevi Sanjaya, Aktor Segera Serahkan diri, Warga Dipersilahkan Kembali Laksanakan Aktivitas

Sumaterapost.co | LAMPUNG TENGAH – Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K, M.Si., dan jajaran bersama Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad, S.Sos., MM., Ketua DPRD Lampung Tengah Somarsono beserta dari unsur Forkopimda, Camat Pubian Adi Rakhman, menemui Tokoh Adat, Agama, Pemuda dan Masyarakat Pubian yang dipusatkan di Balai Kampung Segala Mider, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Senin, (5/12).

Pertemuan khusus ini, bertujuan untuk melakukan upaya pemulihan situasi Kamtibmas pasca telah ditetapkannya 18 orang tersangka, akibat aksi massa yang telah melakukan pengrusakan dan pembakaran aset milik PT Gunung Aji Jaya ( GAJ) beberapa waktu lalu.

“Ditengah – tengah suasana yang humanis dan kekeluargaan ini, Polres Lampung Tengah telah memberikan pemahaman atas pokok dari persoalan Hak Guna Usaha ( HGU ) PT Gunung Aji Jaya, serta mengedukasi masyarakat demi terciptanya Kamtibmas diwilayah Kecamatan Pubian, Polres Lampung Tengah sangat berharap atas kerja sama dari semua pihak dalam merecovery dan normalisasi Kamtibmas pasca peristiwa tersebut,”harap Doffie.

Kapolres Lampung Tengah ini merincikan pertemuan yang menghadirkan sekitar 100 orang warga yang terdiri dari unsur ketokohan dan keterwakilan yang ada dikampung Gunung Raya, Gunung Haji, Negeri Ratu, Tanjung Kemala, Negeri Kepayungan dan Segala Mider, bahwa sejak awal permasalahan ini terjadi, pihaknya sudah melakukan upaya – upaya Preemtif, preventif, hingga represif, terkait dalam penanganan masalah HGU.

“Polisi berpegang pada asas hukum Ultimum Remedium, yang memiliki arti bahwa penegakan hukum adalah upaya yang paling akhir, dan hal tersebut sudah dibuktikan dengan dilakukannya edukasi dan himbauan kepada para pihak, dan melakukan mediasi secara berjenjang, mulai dari tingkat Kampung, Kecamatan sampai dengan selevel Forkopimda, namun responnya malah provokasi yang semakin menjadi – menjadi, sehingga terjadi pidana berupa pembakaran, pengerusakan, penjarahan hingga penyerangan terhadap petugas, akibatnya pihaknya berhasil mengamankan 24 orang, namun setelah dilakukan intrograsi ternya hanya 18 orang yang ditetapkan menjadi tersangka, dan setelah dilakukan persesuaian bukti- bukti yang didapat oleh aparat,”tegas Kapolres.

Atas peristiwa ini, Kapolda Lampung telah turun langsung untuk memantau sistem dan langkah penanganan permasalahan, peristiwa pengerusakan pembakaran dan penjarahan aset milik PT GAJ ini, sudah menjadi perhatian tingkat Nasional, oleh sebab itu dihimbau bagi masyarakat yang belum kembali kerumah akibat peristiwa ini, gar dapat kembali kerumah masing – masing dan melakukan aktivitas seperti biasanya.

“Saya menghimbau serta berharap agar para provokator yang menjadi sutradara, aktor intelektualnya dapat segera untuk menyerahkan diri, sehingga proses hukum yang berkeadilan dapat dilaksanakan secara profesional dan proporsional serta sebagai pertanggung jawaban mereka dihadapan mata hukum,”ujar Kapolres.

Menurut Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, kehadiran Forkopimda bertujuan untuk menjernihkan situasi Kamtibmas pasca kejadian ini, Negara ini ada aturan, konsekwensinya dimata hukum juga ada, Forkopimda sedikitpun tidak akan menyengsarakan masyarakatnya, apapun yang diperbuat baik itu ucapan maupun tindakan jangan sampai menyinggung dan melanggar kaidah hukum.

“Perbuatan maupun ucapan harus sesuai dengan aturan dan tidak merugikan orang lain, setiap tindakan harus benar dari segala aspek,”tegasnya.

Atas kejadian ini, ungkap Bupati bahwa telah menambah catatan tersendiri bagi Pemerintah khususnya Lampung Tengah, untuk masyarakat yang saat ini sedang berhadapan dengan hukum, pihaknya akan melakukan pendampingan, semoga pihak Forkopimda akan menemukan jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak.

“Pemerintah akan bertindak objektif dalam menyikapi hal ini, pihaknya telah mengkaji dan pastikan bahwa pihak perusahaan telah memperpanjang HGU dari tahun 2016,” pungkas Bupati.

 

 

 

(Ganda)


Posted

in

by

Tags: