SP.CO, Padang Panjang — Jelang satu Abad pasca gempa Padang Panjang 1926, sejumlah wartawan dari berbagai media di Kota Padang Panjang yang tergabung dalam organisasi Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) menggelar diskusi mengenai penanganan dan mitigasi bencana di Sekretariat PJKIP Padang Panjang.
Diskusi santai yang digelar pada Jumat, (03/4) itu dipandu oleh Nova Indra dari Lembaga Alpha Rescue yang juga Pemimpin Redaksi Media Warta Pendidikan dan SiagaFM serta diikuti oleh beberapa wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam PJKIP, serta sejumlah wartawan lainnya di luar organisasi tersebut.
Disesi awal acara, Wardi dari media Padang Ekspres (Jawa Pos Group) mengutarakan bahwa, pentingnya forum diskusi wartawan dalam membahas isu-isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait kebencanaan, khususnya di Kota Padang Panjang yang memiliki potensi risiko cukup tinggi.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk mendengar, lalu menuliskannya melalui media. Persoalan penanganan bencana di Kota Padang Panjang yang cukup rentan dengan ragam potensi bencana ini perlu kita telisik lebih dalam,” ujarnya.
Menurut Wardi, banyak aspek yang perlu dielaborasi dalam penanganan bencana, mulai dari otoritas yang bertanggung jawab, koordinasi lintas sektor, hingga konsep mitigasi yang saat ini telah berjalan.
Nova Indra, yang memandu ajalannya diskusi mengungkapkan sejumlah dinamika penanganan bencana di Padang Panjang
“Saya menilai, Respon pemerintah terhadap pentingnya mitigasi bencana. Baik prabencana, maupun pascabencana masih sangat rendah,” ungkapnya
Nova menyebutkan, dirinya bersama Alpha Rescue sudah melakukan pembentukan Gugus Sekolah Siaga Bencana (GSSB) dan Gugus Madrasah Siaga Bencana (GMSB), dibentuk sejak Februari 2025 hingga saat ini belum terlihat tindaklanjut dari Pemerintah Kota Padang Panjang melalui dinas terkait.
“Begitupun dengan pembentukan cluster logistik yang merupakan program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Padang Panjang masih barus sebatas grup WhatsApp, Sebagaimana disampaikan pihak BNPB, cluster logistik merupakan katalog menakar kesiapan logistik suatu daerah, sebagai kesiapan saat dilanda bencana,” terangnya
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua PJKIP Padang Panjang, Rifnaldi bersama jajaran pengurusnya berinisiatif akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) kesiapsiagaan terhadap bencana, dengan harapan nantinya bisa menjadi pemantik kesadaran semua pihak terhadap pentingnya tanggap bencana.
Menurut Rifnaldi, alur informasi terkait peristiwa bencana masih sangat minim. Dan ini suatu bukti masih rendahnya sinergi lintas sektor saat pascabencana.
“Kita sering melihat begitu banyaknya bantuan yang datang. Tapi kita juga masih mendapatkan informasi ada korban bencana yang tidak tersentuh secara maksimal. Tidak diketahui pasti, kemana bantuan yang berlimpah tersebut disalurkan,” ulasnya.
Dan terkait isu mitigasi bencana yang menjadi Topik pembahasan diskusi saat itu, disampaikan Rifnaldi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman jurnalis terhadap mitigasi bencana dan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Kehadiran wartawan dalam program mitigasi juga dinilai krusial, mengingat peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui diskusi tersebut, para wartawan berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di Kota Padang Panjang melalui pemberitaan yang konstruktif serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.(Kim)




