BANDAR LAMPUNG – Kolaborasi dosen Program Studi Teknologi Pangan Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bersama dosen Universitas Padjadjaran berhasil meraih hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026 melalui Skema Penelitian Dasar (Penelitian Dosen Pemula). Melalui hibah tersebut, tim peneliti mengembangkan inovasi pangan fungsional berbasis potensi lokal berupa StikCal, yakni stik berbahan ikan layang utuh yang ditujukan sebagai camilan bergizi bagi anak usia sekolah.
Penelitian diketuai oleh dosen Program Studi Teknologi Pangan IIB Darmajaya, Puan Mutia Ayunisa, S.T.P., M.T.P., dengan anggota tim Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A. dari IIB Darmajaya serta Dr. Souvia Rahimah, S.T.P., M.Sc. dari Universitas Padjadjaran. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antarpenguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi pangan yang berdampak bagi masyarakat.
Riset tersebut berangkat dari tingginya konsumsi jajanan anak sekolah yang umumnya tinggi gula dan garam, tetapi rendah protein serta mineral. Kondisi ini dinilai berpotensi membentuk pola makan yang kurang sehat sejak usia dini, sehingga diperlukan alternatif camilan yang bergizi, aman, dan memanfaatkan bahan baku lokal.
Ketua peneliti, Puan Mutia Ayunisa, mengatakan penelitian ini memanfaatkan seluruh bagian ikan layang, termasuk tulangnya, sehingga kandungan protein, kalsium, dan asam lemak esensial dapat dioptimalkan sekaligus mendukung konsep zero waste dalam pengolahan hasil perikanan.
“Selama ini pemanfaatan ikan layang lebih banyak menggunakan dagingnya saja. Melalui penelitian ini kami mengolah ikan layang secara utuh, termasuk tulangnya, sehingga kandungan kalsium, protein, dan nutrisi lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi camilan yang sehat dan disukai anak-anak,” ujarnya.
Menurut Puan, proses pengolahan dilakukan menggunakan teknik presto sehingga tulang ikan menjadi lunak dan aman dikonsumsi. Produk yang dihasilkan kemudian akan melalui berbagai pengujian laboratorium, meliputi kadar protein, lemak, karbohidrat, kalsium, tekstur, hingga uji sensori untuk menentukan formulasi terbaik. Selanjutnya, formulasi terbaik akan dianalisis profil asam aminonya sebagai penguatan bukti ilmiah.
Selain menghasilkan camilan bergizi, penelitian ini juga mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Pemanfaatan ikan secara menyeluruh dinilai mampu mengurangi limbah hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas ikan layang yang melimpah di wilayah pesisir Indonesia.
Puan berharap hasil penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk pangan dengan mutu gizi yang optimal, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap formulasi stik ikan layang utuh ini tidak hanya menghasilkan produk dengan mutu gizi yang optimal, tetapi juga dapat diterapkan oleh industri rumah tangga maupun UMKM sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak sekolah,” katanya.
Penelitian yang berlangsung selama satu tahun tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Kampus Unggul IIB Darmajaya dalam proses produksi, pengujian laboratorium, hingga pengolahan data penelitian. Adapun luaran yang ditargetkan meliputi publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi serta pengajuan paten sederhana atas formulasi stik ikan layang utuh sebagai camilan bergizi bagi anak usia sekolah. Penelitian ini diharapkan menghasilkan inovasi pangan berbasis potensi lokal yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga mendukung pemberdayaan industri rumah tangga dan UMKM serta pengembangan produk pangan bernilai tambah di Indonesia. (**)




