Esa Wijaya Sabet Juara Pertama Festival Dalang Semarang 2022

Semarang – Festival Dalang 2022 Tingkat Kota Semarang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disnudpar) Kota Semarang di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Semarang, dari 26 – 27 Oktober 2022 berakhir.

Esa Wijaya berhasil menyabet gelar sebagai penampil terbaik pertama pada ajang Festival Dalang Tingkat Kota Semarang 2022. Esa Wijaya berhasil menyingkirkan 8 nomine lainnya. Disusul penampil terbaik kedua Cahyaning Gesit Ardahana, dan penampil terbaik ketiga direbut Rehandika Maulana Sedangkan sebagai penampil terbaik keempat Tegar Raditya Waliyyuddin, sebagai penampil terbaik kelima Ardian Ali Syahbana, dan sebagai penampil terbaik keenam Fajar Adhsa Fransetya

Esa Wijaya dengan penampilannya yang memesona berhasil menyabet juara pertama penampil terbaik dalam ajang Festival Dalang 2022 Kota Semarang di Oudetrap,Kota Lama, Kamis (27/10/2022) ( Christian Saputro)

Pergelaran festival berlangsung selama dua hari ini menampilkan 9 dalang yang masuk nomine yang masuk final dari 12 orang peserta festival yang terselelsi. Pada hari pertama setelah pembukaan menampilkan 4 nomine dan pada hari kedua menampilkan 5 nomine sekaligus pengumuman juara.

Sedangkan yang tampil sebagai dewan juri dalam Festival Dalang 2022 ini adalah ; Dr Wididodo (Pengamat Budaya dan Akademisi dari Universitas Negeri Semarang) Ki Srihadi Gondocarita (Dalang) dan Ki Mulyono (Dalang)

Sebelum penutupan ditaja pagelaran eksebisi menampilkan dalang cilik Irfan Dao Zaidan Nabhan yang pada Festival Dalang 2021 menyabet juara ketiga dengan menguung lakon : “Sesaji Raja Soya”.

Kegiatan festival ditutup oleh Kabid Kebudayaan Disbudpar Arif Tri Laksono SH mewakili Kadis Budpar Kota Semarang yang berhalangan hadirmengatakan, sangat bangga melihat penampilan dan potensi para dalang muda peserta festival ini. Kegiatan ini memang dimaksudkan Disbudpar untuk untuk mengajak generasi milenial untuk tetap menguri-uri budaya wayang yang sudah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia.

“Saya bangga melihat penampilan para dalang muda yang serius mengikuti festival ini. Semua tampil baik, kalau pun ada yang menang dan kalah wajar namanya sebuah kompetisi. Bag yang menang jangan cepat puas, terus belajar dan mengasah ketrampilan mendalangnya, juga bagi yang kalah kali ini jangan putus asa dan menyerah terus berusaha agar ke depan lebih baik. Harapannya, ke depan sebagai dalang bisa menyajikan pergelaran wayang bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan, ” pesan Arif Tri Laksono.

Pada kesempatan itu, Arif Tri Laksono menyerahkan hadiah masing-masing kepada Esa Wijaya berhasil menyabet gelar sebagai penampil terbaik pertama menerima hadiah, piagam plakat dan uang pembinaan Rp.7.500.000,-, Cahyaning Wahyu Geit Ardhana sebagai penampil terbaik kedua menerima hadiah piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.6.500.000,- dan Rehandika Maulana sebagai penampil terbaik ketiga menerima hadiah berupa piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.5.500.000,-

Sedangkan Tegar Raditya Waliyyuddin sebagai penampil terbaik keempat menerima hadiah berupa piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.4.500.000,-Ardian Ali Syahbana sebagai penampil terbaik kelima menerima hadiah berupa piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.4000.000,-dan Fajar Adhsa Fransetya sebagai penampil terbaik keenam menerima hadiah erupa piagam, plakat dan uang pembinaan Rp.3.500.000,-

Ketua Dewan Juri Ki Dr. Widodo didampingi Ki Srihadi dan Ki Mulyono sebelum mengumumkan para pemenang menyampaikan beberapa usulan antara lain; sebagai kegiatan Festival Dalang ini digelar rutin setiap tahun dan waktu penyelengaraannya sebaiknya sebelum penyelenggaraan Festival Dalang tingkat Jateng dan Nasional digelar sehingga para juara bisa dikirim untuk mengikuti agenda festival itu. Akademisi Unnes ini juga menambahkan, sebaiknya kriteria persyaratannya juga mengacu tingkat nasioanal terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu; umur 8 tahun hingga 12 tahun kurang dan 12 tahun hingga 15 tahun. “Sebaiknya lakon yang dipagelarkan ada temanya; misalnya, tentang kepahlawanan atau keprajuritan, durasi waktu yang jelas, karena ini sifatnya kompetisi,” imbuh Widodo.

Ki Srihadi, juri lainnya, menandaskan, untuk menjadi dalang itu memang tidak mudah. Selain mengausai teknis permaianan, sabetan dan lainnya juga harus mengusai kulturnya. “Dalang tak hanya trampil bermain wayang tetapi juga harus menjadi guru bangsa yang bisa menyuguhkan tontonan, tuntutan dan tatanan. Dalam ke seharian dalang juga harus menunjukkan keteladanan,” ujar Srihadi pernah mendalng hingga ke mancanegara.

Mbak Ita Sambangi Festival

Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu sempat menyambangi kegiatan Festival Dalang 2022 Kota Semarang di di Gedung Oudetrap Kota Lama Semarang, Kamis (27/10).

Pada kesempatan itu di damping Kadis Budpar Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespoyoedho, Mbak Ita, sapaan karib Plt Walikota Semarang juga sempat bercengkrama dengan satu dalang muda. Dikatannya, Festival Dalang ini digelar sebagai bentuk upaya melestarikan budaya.

“Festival ini salah satu langkah Pemkot untuk menguri-uri budaya Jawa. Jika tidak ada yang mendorong dalam pelestarian budaya, dalang dan wayang lama-lama akan hilang,” imbuh Mbak Ita.

Menurut Mbak Ita dengan banyaknya peserta festival tersebut menjadi bukti bahwa banyak anak muda mencintai wayang kulit. estival Dalang Kota Semarang merupakan agenda tahunan Pemkot Semarang.

“Festival ini ini harus terus digelar untuk menjaga dan memunculkan dalang-dalang muda dari Kota Semarang. Ini juga m enjadi kebanggaan tersendiri. Selain jadi ajang pelestarian kesenian tradisi juga bisa menarik wisatawan yang dating ke Kota Lama,” imbuh Mbak Ita.

Esa Wijaya yang menyabet juara pertama festival, mengatakan, sangat senang bisa berhasil meraih juara. Esa mengaku masa persiapannya hanya sehari, pasalnya, dia akan mengahdapi ujian sekolah. ‘”Saya menyukai wayang sejak kecil, karena orang tuanya sering mendengarkan wayang lewat radio. Saya menjadi penasaran terus belajar mendalang. Ayah saya yang pemain teater mendukung keiinginan saya,” ujar Esa Wijaya. (Christian Saputro)


Posted

in

by

Tags: