Fauzi Nyatakan Perang Terhadap DBD

Sumaterapost.co | Pringsewu – “Waspada, dan mari Kita nyatakan Perang, melawan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD)”. demikan yang di ucapkan Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi menyatakan perang terhadap DBD, saat memimpin apel aparatur pemerinrahan se Kecamatan Gadingrejo, di Balai Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Selasa, (25/01/22).

Di tahun 2021, warga Kabupaten Pringsewu yang terserang DBD 254 orang, sedangkan di Januari 2022 warga yang meninggal terserang DBD 2 orang, “Jangan ada Korban Lagi, mari kita bersama-sama seluruh komponen masyarakat dan aparat untuk menjaga dan mencegah penyebaran DBD tersebut, diantaranya dengan, melakukan gerakan bersama pembrantasan sarang nyamuk,” ajak Fauzi.

Dijelaskannya, pembrantasan dan pencegahan penyebaran sarang nyamuk, dengan melakukan gerakan bersama pemberantasan sarang nyamuk, dengan membersihkan adanya ban-ban bekas yang terisi air hujan yang dapat menjadi tempat berkembang-biaknya jentik-jentik nyamuk penyebab DBD. Termasuk beberapa tempat menampung seperti ember, baskom, tempat minum burung dan bahkan padasan yang juga dapat menjadi sumber penyebaran DBD.

Baca Juga :  Kepsek di Kabupaten Pringsewu 3 Bulan Lagi Pensiun, Dilantik Jadi Kepala Sekolah

Hadir pada apel melawan DBD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masykur Hasan beserta sejumlah kepala perangkat daerah, Camat beserta Uspika, KUPT Puskesmas Gadingrejo dan Wates, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta para Kepala Pekon se-Kecamatan Gadingrejo.

Pada kesempatan itu Fauzi juga mengajak masyarakat dapat menanam tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk seperti serai di sekitar rumah yang juga menjadi bagian dari pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini.

“Di Kabupaten Pringsewu ini terdapat sepuluh desa atau pekon yang tidak ada kasus DBD selama dua tahun berturut-turut, dimana kesepuluh desa ini rata-rata penduduknya adalah orang Sunda, yang memiliki kebiasaan menanam tanaman serai di depan rumahnya,” ungkapnya.

Selain masalah DBD, Wakil Bupati Pringsewu juga mengimbau seluruh aparatur dan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19 varian Omicron. Dimana, penyebaran Omicron ini didominasi dari perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga :  Pengangkatan Kepala Sekolah di Kabupaten Pringsewu Dinilai Tabrak Permendikbud Ristek

Penyebaran varian Omicron ini didominasi dari perjalanan ke luar negeri. Karenanya, ia mengimbau masyarakat yang memiliki keluarga atau saudara yang berada di luar negeri untuk menunda terlebih dahulu jika ingin pulang ke tanah air. “Selain itu, agar selalu disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, disamping melakukan vaksinasi sebagai langkah dalam menanggulangi pandemi Covid-19,” ujar Fauzi.

Fauzi juga mendorong agar terciptanya relawan-relawan perizinan untuk membantu masyarakat dalam pengurusan perizinan, terutama UMKM. Sebab, untuk mengurus izin, warga sangat dimudahkan yakni tidak perlu datang ke kantor dan bertemu petugas, karena bisa dilakukan secara online.

Selain itu, Wabup Pringsewu juga meminta para Kepala Pekon untuk dapat mendata warganya yang bekerja di luar negeri sebagai TKI atau Pekerja Migran Indonesia. Baik itu tempat bekerja maupun tempat tinggal juga nomor yang mudah dihubungi selama bekerja di luar negeri beserta data-data penting lainnya, guna memudahkan dalam melakukan penelusuran dan mendeteksi keberadaan pekerja migran tersebut bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Mohon untuk mengingatkan warganya yang akan bekerja ke luar negeri agar melengkapi berkas administrasi, baik kependudukan maupun dokumen lainnya yang dibutuhkan. Serta melalui prosedur yang benar dan jalur yang resmi,” Karena hal tersebut, semata-mata untuk menghindari pengiriman pekerja migran secara ilegal, yang berpotensi menimbulkan terjadinya tindak kejahatan kemanusiaan berupa perdagangan orang (Human Trafficking).

Baca Juga :  Panitia Konferensi Cabang NU Banda Lampung Dipertanyakan

Saatnya kita peduli terhadap saudara, tetangga kita yang akan berangkat ke Luar Negeri, apakah dokumen persyaratannya legal atau Ilegal jangan sampai kita tidak mengetahui keberangkatnnya, karena ini merupakan tanggung jawab kita semua. Ujar Fauzi. (Andoyo)