Gebyar Pameran “Ma[s]sa Bangkit” Siap Digelar di Museum Kebangkitan Nasional

Gebyar Pameran bertajuk : Ma[s]sa Bangkit bakal di taja di di Museum Kebangkitan Nasional Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26 Jakarta Pusat

Jakarta – Gebyar Pameran bertajuk : Ma[s]sa Bangkit bakal di taja di di Museum Kebangkitan Nasional Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26 Jakarta Pusat. Gelar pameran ini akan dibuka Jumat 20 Mei 2022 Pukul 09.00 WIB sampai selesai.sekaligus upacara Hari Kebangkitan Nasional.

Pameran ini dikuratori oleh Zamrud Setya Negara dan Juaniawan Dahlan ini akan menaja karya rupa 42 Perupa Nusantara dari berbagai wilayah seluruh Indonesia. Kurator Zamrud Setya Negara mengatakan, pameran Ma[s]sa Bangkit ini hendak menunjukkan ragam para perupa menakar cara merespon segenap situasi yang terjadi. Bagaimana para perupa menerjemahkan motivasi yang disampaikan secara apik melalui karya sehingga dapat memberikan sebaran energi positif bagi para apresiatornya, lingkungan sosial, sampai pada hal yang bersifat extra personal.

“Tentu saja pilihan visual, bentuk, dan media yang menjadi penguat dan ruang melakukan upaya tersebut akan beragam,” ujar Zamrud.

Juaniawan Dahlan menambahkan Ma[s]sa Bangkit merupakan langkah nyata untuk memulai dengan semangat untuk berbagi semangat. “Ma[s]sa Bangkit ! hari ini, menjadi pernyataan dan ajakan sekaligus komitmen bahwa jiwa kreatif tidak akan pernah padam dalam segala kondisi dan situasi. Saatnya kita bangkit, Bangkit bersama!,” tandas Juaniawan.

Sementara Koordinator Pameran Ma[s]sa Bangkit Nur Khozin mengatakan, pameran yang bakal digelar mulai 20 Mei 2022 sampai 18 Juni 2022 ini bakal menyajikan 42 perupa nusantara yang sebelumnya melalui tahap seleksi dari 14-23 April 2022.

Nur Kozin menambahkan, Ma[s]sa Bangkit adalah sebuah tindakan nyata yang dilakukan dalam usaha bagaimana kita memutus mata rantai segala traumatik dan kegelisahan yang terus menjadi bayang-bayang pandemi selama ini.

“Ma[s]sa Bangkit Juga merupakan statemen atau pernyatan sikap nyata dari seluruh aspek dan personal-personal yang terbangun kesadarannya untuk membenahi diri dan lingkungan sekitarnya baik dilakukan secara pure personal , sekelompok kecil, sampai pada jumlah massal yang terintegrasi,” ujar Nur Kozin membeber konsepnya.

Para perupa yang menaja karyanya dalam gelaran pameran Ma[s]sa Bangkit yaitu; Afit Ruseno, Judul Karya : Kenduri Nusantara, Agus Muchtadji, Judul Karya : Langit Borobudur 04, Agus Pisaro Widada, Judul Karya : Lingga, Tangguh/Kubangkitkan dengan Bunga Merah, A. R. Tanjung Judul Karya : Buang Maskermu dan Bukalah Kedokmu, As Adi, Judul Karya : Borobudur 03, Bejo Saputro Judul Karya : Kampung Semar Ngangeni,Bina Novida, Judul Karya : Survival Jalan Setapak, Budi Karmanto, Judul Karya : Kampung Semar, Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, Judul Karya : Antara Harapan dan Kenyataan, Dimas Giriana, Judul Karya : Borobudur Tengah Malam, Feriendas, Judul Karya : A Blessing in Disguise, Gogor Purwoko, Judul Karya : Tanda Emas, Hotli Silalahi, Judul Karya : Pemimpin dan Rakyat Bangkit, Ibnu Alwan, Judul Karya : Economic New Normal, Igul Pambudi, Judul Karya : Spirit of Pluralism, Ireng Halimun, Judul Karya : Makara Jaga Bangsa, Jenny Mahastuti, Judul Karya :Penjual Cinderamata di Borobudur, JJ. Handoyo, Judul Karya : Memetik Bintang, Kembang Sepatu, Judul Karya : Viral For Justice, Lukman Zen, Judul Karya : Resurrection Dance, M. Fathoni, Judul Karya : Dunia Terbarukan, M. Sodik, Judul Karya : Rumah Desa, Marwan Parodi, Judul Karya : Sang Maestro 1, 2, dan 3, Munadi, Judul Karya : Transformasi (meditasi) Bulan Purnama, Nadia Iskandar, Judul Karya : Keep an Eye on, Nanuk Bemu, Judul Karya : Sentimentil, Nurma, Judul Karya : Jataka dan Avadana, Paul Hendro, Judul Karya : The Cure, R. Sigit Wicaksono, Judul Karya : Candi Borobudur, Reny Alwi, Judul Karya : Warisan Kejayaan, Judul Karya : Melihat Borobudur, Sisjunjungseni, Judul Karya : Manembah, Sugiarto, Judul Karya : Maha Karya Indonesia, Sulan Lim, Judul Karya : Seri Borobudur, Suwito, Judul Karya : Menyongsong Hajat Besar, Syafril Cotto, Judul Karya : Dari Masa ke Masa, Tato Kastareja, Judul Karya : Beyond, Tomy Faisal Alim, Judul Karya : Come Home, Udin Choiruddin, Judul Karya : Buddha Menerima Wahyu Wantiyo, Judul Karya : Kerukunan, Wayan Sudana, Judul Karya : Doa,Yunti Arsih, Judul Karya : Bias Rasa. (Christian Saputro)