GPPMS Gelar Aksi Demonstrasi, Minta Komisi II dan lll DPRD OI Tindaklanjuti Tanah Galian PT HKI

Sumaterapost.co, Ogan Ilir – Belasan orang yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan (GPPMS) menggelar aksi demonstrasi. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar Komisi II dan III DPRD Ogan Ilir, segera menindaklanjuti laporan atas adanya dugaan PT. Petronesia Benimel dan PT. HKI yang dinilai tidak berizin terkait penggalian tanah timbunan Jalan Tol Indra Prabu, Senin (15/11).

 

Sobirin selaku Ketua Koordinasi Aksi ketika ditemui usai menyampaikan aspirasi mengatakan bahwa ini merupakan aksi demonstrasi GPPMS yang ketiga kalinya. Ia dan rekan-rekannya berharap agar aspirasi mereka kali ini bisa segera ditindaklanjuti oleh Ketua DPPD OI melalui komisi ll dan komisi Ill ini.

Baca Juga :  Keluarga Besar SMAN 1 Indralaya Mengucapkan Selamat

 

“Aksi demonstrasi ini adalah yang ketiga kalinya. Apabila dalam sepekan tidak ada tindak lanjut dari Komisi ll dan lll DPRD OI. Maka kami akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih banyak dari hari ini. Tak hanya itu, kami juga akan melaporkan kasus ini ke Mapolda Sumsel Kamis nanti”, ujarnya di depan kantor Komisi ll DPRD OI di KPT Tanjung Senai Indralaya.

 

Dalam aspirasinya, GPPMS menuntut DPRD OI (Komisi ll dan lll) untuk segera merekomendasikan PT. HKI agar menghentikan proyek ini hingga PT. Petronesia Benimel memiliki NIB, IUP, dan WIUP yang resmi dan berbadan hukum.

Baca Juga :  Pj Bupati Apriyadi Ingatkan Perusahaan Migas Perbaiki Jalan Rusak di Muba

“Kami juga menuntut PT. Petronesia Benimel sebagai vendor PT. HKI agar bertanggung jawab atas galian tanah di lahan kurleb 96 Hektare”, pungkasnya.

 

Aksi unjuk rasa inipun berlanjut hingga ke zona l PT. HKI dengan menyampaikan tuntutan dan aspirasi yang sama.

 

Ditemui terpisah, Muhammad Ali Ketua Komisi ll DPRD OI mengatakan, pihaknya memang telah turun ke lapangan beberapa lalu dan membenarkan bahwa PT. Petronesia Benimel dan PT. HKI tidak memiliki izin dalam melakukan penggalian tanah tersebut.

Baca Juga :  Aplikasi SIAK Permudah Urusan Pelayanan di Muba

 

“Saat itu, PT. HKI dan Petronesia Benimel mengatakan akan melakukan penimbunan kembali terhadap tanah galian di lahan 96 Ha yang berada di zona ll. Tapi sepertinya, mereka belum melakukan hal tersebut sepenuhnya, baru beberapa titik lahan saja yang sudah ditimbun dengan tanah humus. Untuk menindaklanjuti aksi demonstrasi yang dilakukan GPPMS hari ini, tentu kami secepatnya akan mengirimkan surat panggilan terhadap perusahaan tersebut”, tukas M.Ali. (F’R)