Haji Uma Apresiasi Hakim Tolak Anak Gugat Ibu kandung di Pengadilan

Sumaterapost.co – Aceh Tengah | H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma anggota DPD RI asal Aceh mengapresiasi langkah yang diambil Hakim menolak gugatan perkara anak gugat ibu kandung di Aceh Tengah terkait harta warisan. Rabu, (01/12/2021).

Apresiasi tersebut disampaikan Haji Uma setelah mendengar kabar dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Takengon memutuskan gugatan anak terhadap terhadap ibu kandung serta beberapa saudaranya tidak dapat diterima.” Alhamdulillah, yang Mulia Hakim telah menjadi penengah yang adil dalam memutuskan perkara ini dan hal ini patut kita apresiasi” ucap Haji Uma.

Baca Juga :  Bakal Calon Walikota Langsa Anto Jakarta Sosialisasi Diri Di Pasar tradisional Kota

Haji Uma menambahkan, beberapa minggu lalu sebelum adanya putusan Hakim, dirinya sempat geram terhadap tindakan AH yang menggugat ibu kandungnya ke pengadilan terkait harta warisan.

Padahal menurut Haji Uma, dengan aturan kekhususan Aceh yang ada, banyak ruang yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah seperti tersebut tanpa harus ke pengadilan. “Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kasus ini dan kita berharap kedepan tidak timbul lagi masalah serupa khususnya di Aceh”, papar Haji Uma.

Baca Juga :  Pemko Langsa Kembali Gelar Safari Subuh Perdana Tahun 2022

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Takengon Aceh Tengah memutuskan gugatan anak terhadap terhadap ibu serta beberapa saudara kandungnya, tidak dapat diterima. Pembacaan putusan terkait dengan perkara perbuatan melawan hukum tersebut dilakukan pada. Selasa, (30/11/2021), di ruang Sidang Kartika Pengadilan Negeri Takengon.

Adapun tergugat terdiri dari Kausar yang merupakan ibu kandung dari Asmaul Husna selaku penggugat dalam kasus menghebohkan ini. Selain itu, ke empat saudaranya juga ikut digugat, yaitu Alfina, Fauzi, Mukhlis, dan Rahmi.

Baca Juga :  Bendera Merah Putih SMKN 2 Langsa Sobek

Kasus gugatan ini sebelumnya sempat viral, bahkan menjadi perbicangan di seantero negeri, lantaran Asmaul Husna dinilai tega menggugat ibu kandungnya sendiri hanya gara-gara harta warisan.

Humas PN Takengon, Fadli Maulana ketika dihubungi wartawan. Selasa, (30/11/2021), membenarkan, bahwa Majelis Hakim telah memutuskan perkara gugatan melawan hukum dengan putusan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

Sementara itu, jika merujuk ke SIPP PN Takengon, bahwa disertakan dalam putusan penggugat dihukum dengan membayar biaya yang timbul dalam perkaran tersebut, senilai Rp 1.664.500. (Raz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here