Siloam MRCC Semanggi, Jakarta terus melengkapi fasilitas layanan kesehatan. Rumah sakit pusat kanker swasta tersebut sejak awal Januari 2026 menghadirkan layanan radioterapi canggih, yakni Integrated CT-LINAC.

Integrated CT-LINAC adalah fasilitas radioterapi denga teknologi yang mengintegrasikan proses diagnostik dan terapi kanker dalam satu sistem terpadu. Untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, layanan Integrated CT-LINAC hanya ada di Siloam MRCC Semanggi.
Menurut Chief Executive Officer Siloam International Hospitals, Caroline Riady kecanggihan Integrated CT-LINAC menjadikan
proses pengobatan pasien kanker yang jauh lebih cepat.

“Hal tersebut mendukung efisiensi alur layanan, pengurangan waktu tunggu terapi, serta peningkatan akurasi dan presisi penanganan kanker yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasien dari waktu ke waktu,” ujar Caroline pada acara peluncuran Integrated CT-LINAC di Siloam MRCC Semanggi, Rabu (22/1).
Acara tersebut dihadiri Founder Chairman Lippo Organization Mochtar Riyadi, Direktur Palayanan Klinis Kementerian Kesehatan Obin Parulian dan President of International Business at United Imaging Healthcare Group Xia Jusong.
Integrated CT-LINAC merupakan produk kesehatan yang diproduksi United Imaging asal China.
Produk ini menggabungkan pencitraan diagnostik canggih dan radioterapi presisi dalam satu ruang perawatan. Sistem ini menggunakan teknologi CT fan-beam berkualitas dengan diagnostik tinggi. Hal itu memungkinkan dokter melihat tumor/sel kanker dan organ di sekitarnya dengan sangat jelas, sehingga bisa menyesuaikan rencana terapi secara real-time sebelum pemberian radiasi.
Di sisi lain, Radiation Oncologist MRCC Siloam, dr Denny Handoyo Kirana SponkRad, menjelaskan penggunaan Integrated CT-LINAC menjadikan waktu dan pelaksanaan layanan radiasi lebih singkat. “Pasien tidak perlu bulak balik ke rumah sakit. Efisien dari treatment, efisien dari ongkos, dan lainnya.”
Ia mencontohkan pasien kanker prostat yang normalnya melaksanakan radiasi 35-37 kali, dengan Integrated CT-LINAC cukup 20 kali. Sedangkan pasien kanker payudara yang biasanya harus menjalankan 25-30 kali radiasi, dengan alat tersebut hanya 15 kali. “Jadi berkurangnya signifikan.”
Pemanfaatan Integrated CT-LINAC juga akan melindungi jaringan sehat lebih optimal, risiko efek samping yang lebih rendah, serta pengalaman radioterapi yang lebih aman, nyaman, dan personal.
Ia juga mengungkapkan penggunaan Integrated CT-LINAC lebih aman. “Karena ada proses adaptasi, maka dosis dan target disesuaikan, maka kesembuhan paling ‘depan’ dan efek samping seminimal mungkin.”
Terkait pemanfaatan Integrated CT-LINAC, Denny menyebutkan Siloam MRCC rata-rata mampu menangani 25 pasien per hari. “Satu pasien radiasi untuk penanganan all in one, datang termasuk persiapan, termasuk radiasi sekitar 20 menit. Untuk radiasi berikutnya karena sudah adaptasi, dibutuhkan waktu hanya tiga hingga lima menit.”
(Ria)




