Jamu Herbal TEKJAM, Produksi Pasaman Sudah Digemari Masyarakat

Sumaterapost.co | Pasaman – Mengenal Jamu Herbal TEKJAM obat tradisional berbahan alam indonesia, Jamu nusantara sebagai warisan budaya perlu mendapat perhatian serius semua pihak, termasuk pemerintah.

Tidak hanya terbukti secara turun menurun mampu memelihara kebugaran tubuh, terpenting adalah dikelola dengan berbasis ilmiah. Membuat jamu agar bisa diterima banyak kalangan dan mengikuti perkembangan, harus melalui proses ilmiah, tapi juga harus memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutunya. Selain itu, promosi jamu harus terus ditingkatkan agar dikenal luas dan diminati masyarakat lintas generasi.

Tak di ragukan lagi produk Jamu Herbal TEKJAM milik Nurmailis beralamat Muaro Tolang, komplek STN Kecamatan Nagari Lansek Kadok kecamatan Rao Selatan, kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Berawal mulanyo cuma obat  konsumsi keluarga dirumah, anak kandung Nurmailis bernama Rani mempunyai masalah berat badan dan asma serta ibu kandung menderita penyakit sejak 2007, Kolesterol, asam urat, maag, tensi serta mengarah ke gejala jantung bahkan ketergantungan obat Dokter.

Berdasarkan ini lah, tanpa sengaja banyak yang mencoba cocok, produk jamu herbal TEKJAM mulai dikenal dari tetangga ke tetangga lain, bahkan mulai pemesanan secara online ada juga pemberian secara gratis demi kesehatan sesama.

“Mengingat Pasaman memiliki kekayaan tanaman obat dan ramuan jamu. Kearifan lokal dalam rangka pengobatan berdasarkan etnis budaya masyarakat lokal atau etnomedisin, termasuk jamu, merupakan warisan bangsa Indonesia yang bernilai tinggi, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” ajaknya.

Banyaknya ragam jamu termasuk jamu herbal TEKJAM ini membuktikan masyarakat Indonesia menggunakan ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan, pengobatan, dan perawatan tubuh, baik dalam bentuk sediaan yang sederhana seperti seduhan, maupun dalam bentuk modern seperti kapsul. Bisa pemesanan melalui online di Shopee “khairani0505”.

Namun demikian Nurmailis tambahkan, sangat disayangkan sebagian orang hanya mengenal jamu sebatas beras kencur, kunyit asam, dan meniran. Padahal setiap daerah memiliki ragam jamu yang diwariskan nenek moyang mereka. Seperti di Pasaman telah ada jamu herbal TEKJAM banyak khasiatnya, jamu kebugaran, Struk, Kolesterol, asam urat, tensi, maag, dari tanaman kearifan lokal, merupakan hasil pemanfaatan bahan alam setempat.

“Di samping itu, jamu merupakan bentuk transformasi nilai tambah rempah, yang dapat meningkatkan derajat kesehatan penggunanya, serta berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, menyebabkan lonjakan permintaan masyarakat terhadap jamu dan sangat berpotensi bisa menjadi komoditas andalan Pasaman,” lanjut Nurmailis.

Untuk itu, diharapkan masyarakat dapat semakin mengenal jamu herbal TEKJAM Pasaman.

“Semoga ini memberikan langkah-langkah konkret untuk dapat melestarikan, memajukan, dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya dan penggerak perekonomian masyarakat Pasaman,”harapnya.

Simpel, cara konsumsi cukup 2 x sehari, harus siap untuk buang air besar (BAB), bagi yang cocok siap BAB lantas badan terasa ringan, juga harga cukup terjangkau, harga/bks Rp. 40.000 yang serbuk, sedangkan untuk kapsul hanya Rp.45.000.

Terkait keberadaan jamu herbal TEKJAM Pasaman sudah memiliki akta notaris,  NPWP, NIB dan apoteker penanggung jawab : apt, Kasmawita, S.Farm, kemudian masih tahap proses BPOM, bahkan sudah 3 x BPOM provinsi datang untuk pembinaan.

Nurmailis berharap, agar masyarakat mulai kembali gemar mengkonsumsi obat herbal, selain menampung tenaga kerja juga berharap usaha lancar, supaya obat herbal ini cocok dan bermanfaat bagi orang banyak, serta masyarakat puas. Juga hasil toga petani bernilai jual sehingga bisa menambah pemasukan ekonomi dalam rumah tangga, khusus pemesanan selain online juga boleh pesanan datang ke rumah atau diantar ke alamat, katanya.

 

(Ewin)