Sergai, Sumaterapost.co | Kuasa hukum keluarga korban penembakan MAA (13), BAR dan Associates, mendesak Polres Serdang Bedagai untuk segera menindak tegas pelaku yang menyebabkan seorang pelajar SMP meregang nyawa akibat tertembus peluru. Penembakan yang terjadi di Kecamatan Perbaungan, depan Pabrik Adolina, pada 1 September 2024, menewaskan MAA yang merupakan adik bungsu dari empat bersaudara. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, dan kuasa hukum terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kita terus mengawal kasus ini agar menjadi perhatian serius di Polres Serdang Bedagai, supaya pelaku penembakan segera terungkap,” ujar Feber Andro Sirait SH.MH,
kuasa hukum keluarga korban.
Jum’at (6/9) di Polres Sergai.
Ia menambahkan, demi tegaknya hukum, kami kuasa hukum dari BAR dan Associates, yang beralamat di jl Jenderal Sudirman nomor 25, Kota Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang memberikan bantuan hukum terhadap keluarga korban penembakan secara gratis.
” Kami sengaja datang ke kediaman keluarga korban di Perbaungan untuk memberikan bantuan hukum terkait kasus tersebut secara cuma-cuma,” ucapnya.
Meski demikian, hingga saat ini pihak kuasa hukum belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penegakan hukum oleh pihak kepolisian, karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
Di sisi lain saat dikonfirmasi wartawan, Dirga (30), abang kandung korban, menyampaikan bahwa dari keterangan saksi, diduga pelaku terdiri dari tujuh orang. Mereka diduga terbagi dalam dua mobil, lima orang berada di mobil Avanza hitam, sementara diduga dua lainnya di mobil Green Max warna Cream.
Dirga juga menegaskan bahwa hingga kini ia belum mengetahui jenis senjata yang digunakan oleh para pelaku.
“Pelaku diduga berasal dari satu kelompok, tapi kami belum tahu pasti jenis senjatanya. Bahkan ada dugaan keterlibatan oknum aparat, tapi hingga kini belum ada jawaban pasti dari pihak kepolisian,” kata Dirga, Sabtu malam (7/9) di Polres Sergai.
Terkait perkembangan kasus, Dirga menyebutkan bahwa empat orang terduga pelaku telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Informasi tersebut didapatnya dari kuasa hukum. Namun, keluarga korban masih belum menerima banyak informasi dari pihak kepolisian terkait proses penyelidikan, termasuk keterlibatan empat orang tersebut dalam kasus penembakan ini.
“Kami baru tahu kalau ada empat orang yang sudah ditangkap. Satu dari mereka memang sudah diakui oleh saksi diduga sebagai salah satu pelaku , sedangkan tiga lainnya baru saja ditangkap,” tambah Dirga.
Sebagai keluarga korban, Dirga berharap pihak kepolisian, khususnya Polres Serdang Bedagai, dapat mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan adik kandungnya. Ia juga meminta agar pihak kepolisian bertindak tegas dan transfaran jika nantinya terbukti ada keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini.
“Adik kami masih di bawah umur, dan saya berharap polisi bertindak tegas, terutama jika ada oknum aparat yang terlibat dalam kasus ini,” ujarnya dengan nada lirih.
Selaku Abang kandung, Dirga juga menepis terkait dugaan adiknya terlibat dalam anggota geng motor. Ia menilai selama ini MAA merupakan adik yang baik dan selalu ceria. Menurut Dirga MAA merupakan adik paling bungsu dari empat laki laki bersaudara.
” Jadi kami keluarga merasa terpukul dengan kepergian nya yang begitu tragis,” pungkasnya.
Reporter B-75.




