Sumaterapost.co, Lambar – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari program strategis nasional.
Hal tersebut ditegaskan dalam audiensi bersama Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) KDMP yang berlangsung di ruang kerja Bupati Lampung Barat, Rabu (22/4/2025).
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang didampingi sejumlah kepala perangkat daerah.
Sementara itu, rombongan KDMP terdiri dari 2 orang PMO dan 10 orang BA dari berbagai kecamatan.
Dalam kesempatan itu, Parosil menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal penuh pelaksanaan KDMP agar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Intinya kita kawal bersama KDMP sebagai program Presiden agar ke depan berjalan dengan baik, bermanfaat, mampu menciptakan lapangan pekerjaan, dan menumbuhkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim PMO dan BA yang dinilai penting dalam memperkuat koordinasi serta implementasi program Asta Cita sebagai bagian dari agenda strategis nasional.
Menurutnya, koperasi KDMP bersifat terbuka untuk seluruh masyarakat dengan mekanisme iuran wajib dan iuran pokok yang ditentukan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak, termasuk peran aktif PMO dan BA di lapangan.
“BA dan PMO berperan memberikan pendampingan berupa masukan dan saran. Saya minta agar seluruh hambatan yang ada di lapangan dapat diidentifikasi dengan baik, karena itu merupakan tantangan yang harus kita tindak lanjuti bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan BA Kecamatan Pagar Dewa, Agung Widodo, memaparkan perkembangan pembangunan gerai KDMP di Kabupaten Lampung Barat.
Ia menjelaskan, dari total 135 desa, telah dibangun 84 gerai KDMP dengan rincian 7 desa telah mencapai progres 100 persen, 21 desa pada tahap 50 persen, 37 desa berada pada progres 25–50 persen, dan 19 desa masih di bawah 25 persen.
Agung juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah daerah, termasuk hibah lahan milik pemerintah untuk pembangunan gerai KDMP.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Barat yang telah memberikan arahan dan dukungan nyata, termasuk pemanfaatan aset pemerintah untuk pembangunan 15 gerai KDMP di 15 kecamatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat terus memperkuat dukungan melalui instruksi kepada seluruh pemangku kepentingan agar program KDMP dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian desa.
Dalam pelaksanaannya, BA memiliki tugas utama melakukan pendampingan administrasi koperasi, memfasilitasi kerja sama usaha, serta mengawasi progres pembangunan gerai di wilayah masing-masing.
Sementara itu, PMO berperan dalam pengelolaan proyek secara menyeluruh, termasuk perencanaan, koordinasi lintas sektor, monitoring dan evaluasi, serta memastikan program berjalan sesuai target dan standar yang telah ditetapkan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, PMO, dan BA, diharapkan KDMP di Kabupaten Lampung Barat mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.




