Ketua Ormas Bongkar, Dana Siluman Media Massa di Pemkab Bogor Miliaran Rupiah

Ketua Ormas Benteng Pajajaran, Dulsamson Sambarnyawa.

Sumaterapost.co l Bogor – Ketua Ormas Benteng Pajajaran, Dulsamson Sambarnyawa, secara pulgar bongkar terkait “dana siluman” untuk media massa tertentu di Pemkab Bogor. Dana miliaran rupiah itu tak jelas peruntukannya dan patut diduga ada permainan hingga perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Setelah saya cek, dibuku anggaran kok cuma media itu yang dapat. Jumlahnya pun cukup fantastis dan baru dicairkan separonya yakni Rp 1,6 miliar,” kata Dulsamson Sambarnyawa di depan Kejaksaan Negeri Kota Bogor pada wartawan, Selasa, (13/9/2022) petang.

Dikatakan, sebelumnya sempat mencoba menelusuri dan mengkonfirmasikan pada salah satu pejabat teras di Pemkab Bogor yang berkompeten terkait keuangan. Dia menyebut pejabat itu sempat “menggigil” sepertinya dihantui rasa ketakutan.

“Saya punya data akurat terkait hal itu. Cuma yang menjadi persoalan kenapa hanya media itu yang dapat dari pemerintah daerah. Ini pertanyaan hebat dan belum ketemu jawabannya,” tegas Dulsamson.

Namun demikian Dulsamson masih merahasiakan identitas penerima dana, termasuk nama medianya. Menurutnya, orang yang dapat dana siluman tersebut, dikatakan cukup dikenal dikalangan pers.

Hanya saja kata Dulsamson kenapa media lain tidak memperoleh bagian dari dana tersebut atau dana siluman lain. Hal ini kata Dulsamson patut dicurigai ada permainan apa. “Kalau sudah cair dana sisanya yakni Rp 1,5 saya akan sebar datanya pada semua wartawan kita bongkar bongkaran,” jelas Dulsamson.

Dulsamson menyebut media itu, pemberitaannya lebih banyak mengkritisi Pemkab Bogor, ketimbang menyuarakan keberhasilan dan pembangunan.

“Saya semakin penasaran ada apa dibalik itu,” tuturnya.

Ketua ormas ini menyarankan kalangan jurnalis untuk mengkonfirmasikan pada pihak yang berkompeten seperti Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, agar lebih jelas duduk persoalan yang sesungguhnya.

“Silahkan saja dikonfirmasi terkait hal itu pada kepala BPKAD Kabupaten Bogor pak Teuku Mulya,” ungkap Dulsamson.

Namun hingga berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan dari BPKAD setempat. Atas kebenaran informasi yang disampaikan Ketua Ormas Benteng Pajajaran. Karena keterbatasan waktu jam kerja di Pemkab Bogor.

 

(Den)