Ketua Ormas Minta Kadisdik Dicopot, Sekolah Berprestasi Ambruk Pertanda Manajemen Tak Bagus

Sumaterapost.co l Bogor – Ketua Ormas Benteng Pajajaran Doel Samson Sambarnyawa mendesak walikota Bogor Bima Arya untuk segera mencopot Kadisik Kota Bogor. Selain dinilai lamban dalam bersikap, lemahnya pengawasan terhadap sekolah sekolah hingga ada yang ambruk.

“Ambruknya sekolah Adiwiyata SDN Bantarjati 9 sangat disayangkan karena sekolah tersebut sempat mengharumkan Kota Bogor ditingkat nasional dengan predikat Adiwiyata diserahkan  Presiden SBY,” kata Ketua Umum Ormas Benteng Pajajaran Doel Samson Sambarnyawa pada Jum’at, (2/12/2022) pagi.

Sebelum ambruk pihak sekolah sudah membuat profosal usulan perbaikan pada Disdik Kota Bogor, hanya saja tidak direspon. Oleh karena itu sudah sepatutnya Kadisdik menerima sanksi berupa pencopotan dari jabatan.

Baca Juga :  Polres Bogor Amankan Pelaku, Pencabulan Tiga Bocah Ingusan

Menurut Samson, Kadisdik itu memiliki posisi penting dalam pengawasan kelangsungan proses belajar mengajar. Termasuk merespon usulan sekolah untuk perbaikan bila dianggap membahayakan siswa. Termasuk mencari solusi bila ada keluhan terkait proses belajar mengajar. Kemudian usulan sekolah tinggal diteruskan pada atasan yakni Walikota Bogor.

“Tersiar kabar usulan perbaikan gedung SDN 9 telah disampaikan dua kali oleh pihak sekolah. Sepertinya usulan itu tidak direspon hingga sekolah ambruk,” tutur Doel Samson.

Doel Samson sepakat bila ada upaya Pemkot Bogor mengevaluasi besar-besaran terhadap kinerja Dinas Pendidikan Kota Bogor, termasuk Kadisdik hingga pentolan di Disdik. Karena jangan sampai ada kinerja yang salah dan terus dipelihara kesalahan tersebut.

Baca Juga :  PKS Kota Bogor, Siap Menangkan Anies Baswedan Sebagai Presiden 

Informasi lain di peroleh dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Bantarjati 9, Suci Iriyani peristiwa ambruknya atap ruang kelas terjadi saat shalat Jumat. Pihak sekolah telah membuat usulan perbaikan, sepertinya tidak mendapat jawaban dari Disdik.

“Sebelumnya ambruknya terjadi pada minggu lalu, ambruk hanya plaponnya saja. Kini semuanya ambruk kedua kalinya semuanya ambruk  termasuk dindingnya,” kata Suci Iriyani.

Sementara Kadisdik Kota Bogor Hanafie saat diminta pendapatnya terkait usulan pencopotan dari ketua Ormas Benteng Pajajaran melalui Whatsapp (WA) tidak ada respon. Meski di WA tersebut telah ceklist dua.

Untuk diketahui, SDN Bantarjati 9, kini ambruk dan sekolah tersebut empat kali menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri dari tahun 2008 hingga 2011. Penghargaan Adiwiyata Mandiri untuk SDN Bantarjati 9 Kota Bogor diserahkan langsung Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono kepada Kepala Sekolah SDN Bantarjati 9 Yayah Komariah di Istana Negara Jakarta, Selasa, (7/6/2011) bersamaan penyerahan Adipura kepada Kota/Kabupaten terbersih di Indonesia.

Baca Juga :  Raihan Treble Winner dari Punggawa Persipasi untuk Masyarakat Kota Bekasi

Penghargaan bergengsi dibidang Lingkungan Hidup diraih SDN Bantarjati 9 itu, empat kali meraih predikat Adiwiyata yaitu pada tahun 2008 (calon Adiwiyata), tahun 2009 (Adiwiyata tahun 1), tahun 2010 (Adiwiyata tahun ke 2), dan pada tahun 2011 menyandang predikat Adiwiyata Mandiri.

 

 

 

(Den)