” Ketua Umum DPP Pusat Lsm-Lpk Klarifikasi Adanya Vidio Firal Dan Pemberitaan Dirinya “

Sumaterapost.co Makassar Sulsel, -Robert Pariakan Ketua Umum DPP Pusat Lsm-Lpk Lintas Pemburu Keadilan, Robert Pariakan yang di dampingi Sekertaris Jenderal DPP Pusat Mukhlis Azis, Mengadakan Jumpa Pers, di Kantor DPW Wilayah Makassar Sulsel. Jalan Karungrung Raya Kecamatan Rappocini Raya Kelurahan Karungrung Senin, 01/10/2021 Malam Makassar.

Mengklarifikasi Pemberitaan yang ada di Media Online, TV, Fecebook, atau Media Cetak. Saat petugas gabungan melakukan operasi razia penertiban (Psk) dan Waria di salah satu hotel di Jalan Bali Kecamatan Wajo Kota Makassar.

Robert Pariakan Mengatakan, Sebenarnya saya tidak terimah dengan apa yang dilakukan sosial Kepala Bidang dan Oknum Polisi dari Polrestabes juga dibantu Satgas Pol-PP dan Tiba-tiba langsung menggerebek tampa ada kordinasi.
bahkan saya sudah memperlihatka KTP saya dan mengatakan saya sudah lama menginap disini bukan baru saya sudah satu Minggu, ” Ucap Robert

Kalau memang saya mau di periksa kenapa Hotel-hotel yang lain tidak di razia, kenapa cuma hotel ini saja.
makanya saya emosi dan marah
karna cara seperti ini tidak benar, dan seakan saya mau dijebak. ” Katanya

Karna ada beberapa pasangan yang terjaring kenapa cuma saya yang di firalkan, kalau memang mau di firalkan kenapa tidak semua di firalkan, Kenapa cuma saya yang di kejar sendiri, hanya karena saya pimpinan LSM yang berpakaian dinas seperti ini, sampai jadi target makanya saya tidak terimah, “.Ujarnya

Lanjut Robert, sementara ada beberapa hotel yang banyak perempuan nakalnya justru tidak di gerebek pada malam itu, padahal hanya berkisar 200 M dari penginapan ini. dan tidak di korek-korek justru mencari target-target yang tidak masuk di akal menurut saya karna ada tempat yang tertentu yang mereka lewati, apakah ada manipulasi, atau permainan itu saya tidak tahu yang jelas saya tidak terimah. ” Katanya

dan tiba-tiba ada beberapa oknum Wartawan, dan saya di firalkan baik itu dimedia sosial dan TV maupun di media online itu saya tidak terimah. ” Katanya

” Kita tau Pasal 34 GBHN Garis Besar Haluan Negara, anak terlantar dan orang miski di pelihara oleh negara. ” inikan pekerjaan kegiatan dinas sosial terus bagaimana itu orang-orang terlantar, dan kenapa kupu-kupu malam di gerebek seperti itu dan salah satunya saya ada di dalamnya di penginapan itu. ” ” Ucapnya

Iya saya mengatakan itu istriku karna saya kasian cuma mau membantu sama perempuan itu karena mereka tidak tau apa-apa, saya di dalam hanya mau tanya-tanya dan tiba-tiba ada razia, seandainya mereka temukan saya dalam keadaan telanjang dan tidak berpakaian busana iya bisa saja mereka berbicara seperti itu, tapikan sayakan dalam berpakaian rapih dinas.

Cuma saya jengkel oknum wartawan mau masuk kekamar ambil gambar wartawan kan punya etika ” bos ” masak kamu langsung mau masuk kekamar ambil gambar ini kan sudah melanggar kode etik, ” Ujarnya

Makanya banyak oknum wartawan, artinya mintalah banyak belajar kode etik jurnalistik belajarlah (LPJ) Latihan Penulis Jurnalistik agar penulisan benar dan pengambilan gambar tentang kode etik.

ini juga saya salahkan kepala bidang dari dinas sosial main gertak-gertak, anda itu aparat ASN, dan anda juga punya kesalahan dan pelanggaran, dan anda juga tetap melakukan kesalahan dan kami akan mengejar juga selama anda jadi PNS kami tidak akan perna mundur selama lembaga kontrol lintas pemburu keadilan mengacu kepada Undang-undang yang sudah di atur negara republik Indonesia. ” Ujar Robert

Robert, Vidio yang di sorot kedalam kamar yang di tayangkan di medsos, itu bukan kamar saya, kamar saya itu disamping bersama Sekjeng DPP Pusat No.208. saya memang ada di dalam kamar pada saat razia, dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu tapi dalam hal ini kan saya tidak dalam keadaan tidak berbusana, saya masih berpakaian dinas lengkap, dan saya diberikan fasilitas pemilik hotel karna saya ada hubungan kerja sama dengan pemilik hotel. ” Katanya

Dan ingat merekapun itu datang tidak ada surat perintah dari komandannya, pada saat melakukan razia, karna Polres Pelabuhan yang punya wilayah yang datang dari Polrestabes Makassar, kenapa kita ikut berarti kita juga melanggar, ” Katanya

Harapan saya kedepan kiranya pak kadis dinas sosial kalau mau melakukan secara resmilah dan ada surat perintah yang di perlihatkan kepada orang yang kita razia, saya tidak mau mempertanyakan pada waktu itu karna saya tidak mau ribut, ” Tutup Robert Ketua Umum DPP Pusat Lintas Pemburu Keadilan.**(Sahrul).