Ketum OSO Minta Menteri Deklarasi Maju Capres Harus Keluar Kabinet

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang menilai seorang menteri yang sudah menyatakan maju tapi tetap bertahan di kabinet tidak sportif. (CNN Indonesia)

Jakarta – Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang alias OSO meminta menteri-menteri yang menyatakan diri maju sebagai bakal calon presiden (capres) 2024 harus keluar dari kabinet.

OSO mengingatkan seorang menteri harus mendahulukan tugas dari Presiden Joko Widodo. Ia menilai seorang menteri yang sudah menyatakan maju tapi tetap bertahan di kabinet tidak sportif.

“Jadi kalau saudara sekarang, umpamanya, sudah menyatakan saya calon (presiden), saudara harus keluar dari kabinet. Segera keluar,” kata OSO dalam wawancara, Rabu (3/8) malam.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Hentikan Anggaran Yang Tidak Produktif

OSO memahami tak ada aturan yang mengharuskan seorang menteri harus keluar meski dirinya berniat maju dalam pencalonan presiden.

Namun, menurutnya, langkah tersebut merupakan tanggung jawab moral. Terlebih, seorang menteri juga harus mendahulukan tugasnya membantu presiden.

“Walaupun tidak ada larangan. Tapi ini kan tanggung jawab moral. Bahwa kalau anda sudah dikler untuk menjadi capres, padahal belum tercaloni,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Hentikan Anggaran Yang Tidak Produktif

OSO mengaku mengenal baik beberapa menteri Jokowi, termasuk para ketua umum partai. Ia juga mengapresiasi keinginan mereka yang berniat maju dalam pencalonan presiden.

Sebagai pendukung Jokowi, OSO mengaku juga akan memberikan dukungan di 2024. Ia juga berharap agar para capres yang maju bisa meneruskan dan menjalankan roda pemerintahan.

Namun, ia mengaku saat ini belum mengambil keputusan terkait hal itu. OSO juga menegaskan bahwa dirinya tetap bisa berbeda dukungan dengan Jokowi di 2024.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Hentikan Anggaran Yang Tidak Produktif

“Yang didukung Pak Presiden betul enggak bisa melaksanakan seperti Jokowi. Bisa enggak? Kita kan bisa nilai juga. Bukan Pak Jokowi aja,” katanya.

(CNNIndonesia)