KETUA Umum PWI Pusat Akhmad Munir wartawati memiliki sejumlah keunggulan dalam menjalankan profesi mereka. Di antaranya, kelebihan dalam menembus narasumber karena lebih luwes.
“Jurnalis perempuan) seringkali lebih luwes dalam menembus narasumber adalah pengamatan umum dalam dunia jurnalistik yang didukung oleh beberapa faktor pendekatan interpersonal,” kata Cak Munir —biasa dipanggil— pada acara Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Kantor Gubernur Banten di Kota Serang, pada Sabtu ( 7/2).
Acara tersebut diinisiasi Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuam PWI Pusat. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia dibuka oleh Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah dengan nara sumber dari CEO Kompas TV Rosiana Silalahi.
Acara dilanjutkan dialog dengan narasumber Rosiana Silalahi. CEO KompasTV itu berbagi kiat sukses menjadi wartawati.
Rosiana yang mengawali karir sebagai wartawan TVRI meyatakan tantangan menjadi wartawan atau presenter televisi, itu pasti. Tapi yang terpenting adalah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberi berkontribusi lebih.
“Di balik sukses, ‘wau’, keren, dan sebagainya, ada tanggung jawab besar menjadi wartawati. Jalani sepenuh hati dan sebisa mungkin lampaui dari apa yang ditugaskan kepada kita dari pimpinan,” tutur dia.
Rosi juga megingatkan para pemilik media yang saat ini bermunculan di daerah agar tidak melakukan ‘pencomotan’ produk jurnalistik pihak lain. Menurut dia, ada ribuan produk jurnalistik KompasTV yah dicomot secara tidak bertanggungjawab.
Bahkan, lanjutnya, produk tersebut ditampilkan lagi dalam konteks yang berbeda. Ia menyarankan, perusahaan pers daerah membuat produk jurnalistik yang mengangkat kekhasan yang dimiliki daerahnya atau tampil beda dengan media lain.
Ia meyakini produk jurnalistik yang tampil berbeda akan lebih mudah bersaing. (*)




