Lancarkan Fitnah Keji disertai Ancaman, PWI Depok Seret Penggiat Medsos Ke Polisi

Sumaterapost.co l Depok – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok melaporkan dua oknum penggiat Medsos Info Depok ke Polisi. Setelah kedua oknum tersebut mencoreng lembaga PWI dan melancarkan aksi teror lewat Facebook.

Seksi Bidang Advokasi buat laporan polisi (LP) atas fitnah keji yang dilakukan kedua oknum. Mereka tak hanya membuat fitnah dan pencemaran nama baik. Kedua pelaku melakukan intimidasi berikut ancaman terhadap PWI Kota Depok. Kedua oknum yakni Adi Suman dan Guntur dengan regestrasi laporan STPLP/B/2144/IX/2022/SPKT/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya.

Atas perbuatan pelaku, keduanya diancam UU ITE yang baru yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27. Yakni pencemaran nama baik dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Laporan kami buat karena telah melakukan fitnah keji, intimidasi disertai ancaman ke PWI Kota Depok termasuk pada dan juga ke Ketua PWI. Atas perbuatan pelaku, seluruh pengurus dan anggota PWI Depok mengecam fitnah keji yang dapat mengancam kebebasan pers dalam UU Pers No 40 Tahun 1999,” ujar Koordinator Seksi Bidang Advokasi PWI Kota Depok, Joko Warihnyo, di Mapolrestro Depok, Selasa, (13/09/2022).

Menurut Joko yang didampingi pengacara PWI Kota Depok, Dwi Handy Pardede, S.H, apa yang dilakukan kedua pengiat medsos tersebut sudah masuk kategori kejahatan luar biasa yang meminta aparat kepolisian segera bertindak tegas dan menangkap kedua pelaku.

“Langkah hukum yang ditempuh PWI Kota Depok ini diharapkan menjadi efek jera bagi pengguna medsos agar bijak dalam berkomunikasi,” terangnya.

Diungkapkan Joko, langkah hukum yang diambil PWI Kota Depok mendapat dukungan PWI Pusat, PWI Provinsi Jawa Barat (Jabar), PWI Kabupaten/Kota di Jabar dan PWI Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.

“Ketua PWI Kota Depok, mendapat ancaman serius. Kami berharap seluruh wartawan agar tetap jaga kekompakan dan bersatu dari ancaman kebebasan Pers dan rusaknya demokrasi. Kita lawan segala bentuk fitnah, Intimidasi dan ancaman terhadap pers,” tegasnya.

Pengacara PWI Kota Depok, Dwi Handy Pardede SH menjelaskan kronologis yang diawali dengan adanya pemberitaan tentang aktivitas tempat karaoke Inul Vista D’Mall Depok di salah satu media online. Pemberitaan tersebut dikaitkan dengan Ketua PWI Depok dengan membuat status ancaman dari orang bernama Guntur.

Lalu, Guntur mendapat dukungan rekannya yang merupakan pengiat medsos Info Depok yakni Adi Suman yang secara membabi-buta melakukan fitnah, penghinaan, pencemaran nama baik, intimidasi dan ancaman terhadap PWI Kota Depok dan juga ke Ketua PWI Kota Depok melalui Facebook dengan memplesetkan singkatan PWI menjadi Persatuan Wanipiro, tudingan kantor PWI Kota Depok melindungi koruptor dan pembuat berita-berita hoax dan meresahkan.

“Semua bukti-bukti fitnah terhadap PWI Depok di medsos tersebut sudah di screenshoot dan diserahkan ke polisi. Juga ada saksi-saksi yang melihat Kantor PWI Kota Depok di datangi orang tak dikenal. Kedua oknum tersebut kami laporkan atas perkara pencemaran nama baik melalui media elektronik dengan pasal 27 UU RI No.19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman 5 tahun keatas. Laporan perkara UU ITE, sangat tegas untuk aparat kepolisian segera menangkap kedua pelaku,” pungkas Dwi Handy Pardede, S.H.

 

(Den)